HOME  ⁄  Nasional

Bappenas Dorong Perubahan Paradigma Riset dari Publikasi ke Dampak Nyata bagi Masyarakat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bappenas Dorong Perubahan Paradigma Riset dari Publikasi ke Dampak Nyata bagi Masyarakat
Foto: (Sumber: Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Febrian Alphyanto Ruddyard (tengah) berfoto bersama dengan para periset yang tergabung dalam Kolaborasi Riset, Ilmu Pengetahuan, dan Inovasi Australia-Indonesia (KONEKSI) di Jakarta, Selasa (28/4/2026). (ANTARA/Shofi Ayudiana).)

Pantau - Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard mendorong perubahan paradigma riset nasional dari berorientasi publikasi menjadi riset yang berdampak langsung bagi masyarakat, Selasa (28/04/2026).

Riset Harus Terhubung dengan Kebijakan

Febrian menegaskan perubahan tersebut merupakan transformasi cara berpikir dan bekerja dalam pembangunan nasional.

“Dan ini bukan sekadar perubahan istilah, tapi ini adalah perubahan cara berpikir, perubahan cara bekerja,” ujarnya.

Ia menilai selama ini banyak hasil penelitian berhenti pada publikasi dan belum diimplementasikan menjadi kebijakan nyata.

Melalui program Kolaborasi Riset, Ilmu Pengetahuan, dan Inovasi Australia-Indonesia (KONEKSI), pemerintah berupaya menjembatani kesenjangan antara riset dan kebijakan.

Kolaborasi dan Ekosistem Inovasi

Febrian menjelaskan KONEKSI membangun ekosistem kolaboratif yang melibatkan pemerintah, akademisi, industri, komunitas, dan media.

“Jawaban atas tantangan global tidak bisa lahir dari satu negara saja, tetapi dari kolaborasi, kepercayaan, dan kesediaan untuk belajar satu sama lain,” katanya.

Ia menekankan pentingnya penyebaran pengetahuan hingga ke daerah agar riset relevan dengan kebutuhan lokal.

Bappenas juga menyiapkan tiga langkah utama, yakni memperkuat koneksi antara peneliti dan pembuat kebijakan, meningkatkan penerjemahan hasil riset menjadi kebijakan, serta menjaga keberlanjutan kemitraan melalui KONEKSI.

Upaya ini diharapkan menghasilkan kebijakan berbasis bukti yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan ketahanan nasional.

Penulis :
Ahmad Yusuf