
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pemecah ombak terbaru bernama BRINlock untuk memperkuat infrastruktur pelabuhan dan kawasan pesisir di tengah tantangan perubahan iklim.
Inovasi Pemecah Ombak Lebih Stabil dan Efisien
Peneliti Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN M. Zuhdan Jauzi menjelaskan BRINlock dirancang sebagai unit lapis lindung dengan sistem single layer dan karakter interlocking yang kuat.
"BRINlock dikembangkan sebagai unit lapis lindung single layer dengan penempatan teratur dan memiliki karakter interlocking yang kuat, sehingga mampu meningkatkan stabilitas hidrolik, sekaligus mengurangi penggunaan beton," ungkapnya.
Teknologi ini dikembangkan sebagai solusi atas keterbatasan batu alam berukuran besar serta kebutuhan efisiensi material dalam pembangunan infrastruktur pesisir.
Selain itu, desain BRINlock memungkinkan pengurangan volume beton sehingga lebih ekonomis dan ramah lingkungan dengan jejak karbon lebih rendah.
Uji Teknologi dan Potensi Implementasi Luas
Dalam proses pengembangan, BRIN menggunakan pemodelan komputer berbasis Finite Element Analysis (FEA) serta produksi ratusan benda uji.
Hasil pengujian menunjukkan nilai koefisien stabilitas mencapai 20,54 dan tetap berada pada level tinggi setelah faktor keamanan diperhitungkan.
"Dengan faktor keamanan yang diperhitungkan, nilai stabilitasnya tetap berada pada level tinggi yaitu direduksi menjadi 13, sehingga desainnya lebih aman," ujarnya.
BRIN juga telah menyiapkan dokumen paten yang saat ini dalam proses pengajuan untuk mendapatkan status Granted Patent.
Teknologi BRINlock diharapkan dapat menjadi solusi inovatif dalam pembangunan infrastruktur pantai yang lebih kuat, efisien, dan berkelanjutan di Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Ahmad Yusuf







