
Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkuat kolaborasi dengan Prancis dalam pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendorong penguatan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi nasional, Selasa (28/4).
Kolaborasi Strategis Pengembangan AI
Kerja sama ini dibahas dalam pertemuan strategis antara Kemdiktisaintek, perwakilan Pemerintah Prancis, dan akademisi Paris-Saclay University di Jakarta pada Senin (27/4).
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menekankan pentingnya fondasi keilmuan seperti matematika, komputasi, dan algoritma dalam pengembangan AI.
“Pemerintah terus mendorong penguatan kebijakan pendidikan tinggi dan beasiswa agar lebih terintegrasi dengan kebutuhan riset nasional, serta berorientasi pada penyelesaian permasalahan nyata di masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan AI tidak hanya dipandang sebagai kemajuan teknologi, tetapi juga instrumen strategis untuk menjawab berbagai tantangan nasional di berbagai sektor.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini dan berharap dapat menjadi fondasi yang kuat. Dengan pengembangan AI yang kokoh, kami optimistis berbagai sektor akan semakin berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa,” kata Brian.
Penguatan Ekosistem dan Talenta Global
Kemdiktisaintek mendorong penguatan ekosistem AI yang mencakup pendidikan, riset, inovasi, serta dukungan kebijakan lintas sektor.
Kolaborasi internasional dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan teknologi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan nasional.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat memperluas kerja sama melalui program kolaboratif, termasuk penguatan jejaring perguruan tinggi dan pengembangan talenta global.
Inisiatif ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem teknologi global sekaligus mendorong kontribusi nyata dalam pengembangan AI.
- Penulis :
- Aditya Yohan







