Forgot Password Register

Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis Fredrich Yunadi

Pengadilan Tinggi Kuatkan Vonis Fredrich Yunadi Fredrich Yunadi (Foto: Antara)

Pantau.com - Pengadilan Tinggi Jakarta menguatkan putusan pengadilan tingkat pertama terhadap advokat Fredrich Yunadi. Hal itu pun membuat mantan pengacara Setya Novanto itu tetap divonis 7 tahun penjara ditambah denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan karena terbukti merintangi pemeriksaan Setya Novanto dalam perkara korupsi e-KTP.

"Menguatkan putusan Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat No. 9/Pid.Sus-Tpk/2018/PN. Jkt. Pst tanggal 28 Juni 2018," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/10/2018). 

Baca juga: Fredrich Yunadi Divonis 7 Tahun Penjara dan Denda Rp500 Juta

Ia menambahkan salinan amar putusan itu telah diterima KPK pada Selasa, 9 Oktober 2018. Dengan hasil tersebut, Fredrich tetap menjadi tahanan KPK. 

"Berikutnya, Penuntut Umum KPK akan mempelajari terlebih dahulu dan memberikan saran pada Pimpinan tentang bagaimana proses lebih lanjut. Sejak Relaas ini kami terima Selasa, 9 Oktober 2018, KUHAP memberikan waktu sekitar 14 hari untuk mempertimbangkan lebih lanjut," tuturnya. 

Sebelumnya, Fredrich divonis oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat selama 7 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp500 juta subsider 5 bulan kurungan. Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK, yaitu 12 tahun penjara dan membayar denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan.

Baca juga: Divonis Tiga Tahun Penjara, Dokter Bimanesh Terbukti Rekayasa Diagnosa Setnov

Dalam putusan, Fredrich dinilai memenuhi unsur mencegah, merintangi, mengagalkan penyidikan secara langsung atau tidak Iangsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka atau terdakwa.

Fredrich terbukti menghalangi proses hukum yang dilakukan penyidik KPK terhadap tersangka mantan Ketua DPR Setya Novanto dalam perkara korupsi e-KTP.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More