Pantau Flash
Jokowi Akan Undang Kapolri Senin Pekan Depan Tanya Kasus Novel
Menteri Tjahjo Ingin ASN Tetap Kerja 5 Hari dalam Seminggu
Basuki Akui Pembangunan Tol Kunciran-Serpong Sempat Terhenti 10 Tahun
Erick Thohir: Kasus Motor Harley Davidson Termasuk Kriminal
Polda Jabar Sebut Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi 15 Desember 2019

Penipu Berkedok Rekrutmen CPNS Ditangkap, Korbannya Rugi Rp225 Juta

Penipu Berkedok Rekrutmen CPNS Ditangkap, Korbannya Rugi Rp225 Juta Ilustrasi penangkapan (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Seorang pria diringkus polisi lantaran melakukan penipuan berkedok seleksi CPNS di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM. Tak tanggung-tanggung, pria bernama Koirul Anas itu menipu korbannya hingga ratusan juta rupiah.

"Modusnya sama seperti kasus penipuan CPNS pada umumnya. Pelaku mengaku memiliki koneksi di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM dan menjanjikan bisa menjadikan korban PNS dengan membayar sejumlah uang tertentu sebagai pemulus jalan," ujar Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh Indra Nadjib di Ngawi, Jawa Timur.

Baca juga: Polisi Ringkus Penipuan Kartu Kredit Tiket Pesawat, Begini Modus Operandinya

Menurut Indra, aksi penipuan berkedok rekrutmen CPNS tersebut berakhir setelah korban melapor ke Polres Ngawi. Korban adalah Sudjono (61) warga Desa Watualang, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.

Korban ingin anaknya yang baru lulus kuliah dapat bekerja sebagai PNS. Namun, malah menjadi korban tipu pelaku.

Aksi tipu pria pengangguran tersebut bermula saat korban bertemu pelaku. Dari perkenalan itu, korban mengungkapkan ingin mencarikan pekerjaan yang mapan buat anaknya yang baru selesai kuliah dengan menjadi abdi negara.

Mendengar ucapan korban, pelaku langsung mengaku bisa meloloskan anak korban menjadi PNS di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM dengan imbalan uang sebesar Rp225 juta.

Baca juga: Polda Jawa Timur Hentikan Kasus Penipuan yang Menjerat Ahmad Dhani

Setelah uang dibayarkan, korban lalu menagih pelaku kapan anaknya bisa direkrut menjadi PNS. Dari situ, pelaku terus berkilah dengan memberikan banyak alasan.

"Belakangan, pelaku malah sulit dihubungi. Sadar ada yang tidak beres, korban akhirnya melapor ke polisi untuk ditindaklanjuti," katanya.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti, di antaranya tiga lembar kuitansi bukti penyerahan uang sebanyak Rp225 juta dari korban ke pelaku. Polisi juga masih mengembangkan kasus penipuan CPNS tersebut lebih lanjut karena diduga masih banyak korban yang belum melapor.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku ditahan di Mapolres Ngawi. Pelaku dijerat dengan Pasal 378, Sub 372 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal empat tahun.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: