Pantau Flash
Jokowi Akan Undang Kapolri Senin Pekan Depan Tanya Kasus Novel
Menteri Tjahjo Ingin ASN Tetap Kerja 5 Hari dalam Seminggu
Basuki Akui Pembangunan Tol Kunciran-Serpong Sempat Terhenti 10 Tahun
Erick Thohir: Kasus Motor Harley Davidson Termasuk Kriminal
Polda Jabar Sebut Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi 15 Desember 2019

Polisi Ringkus Penipuan Kartu Kredit Tiket Pesawat, Begini Modus Operandinya

Polisi Ringkus Penipuan Kartu Kredit Tiket Pesawat, Begini Modus Operandinya Konpers penipuan kartu kredit (Foto: Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Polda Metro Jaya berhasil mengungkap aksi penipuan agen perjalanan yang menjual tiket pesawat Singapore Airlines hasil pembobolan kartu kredit. Dalam pengungkapan itu empat orang tersangka berhasil dibekuk. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan empat orang tersangka yang telah ditangkap yakni berinisial AH, A, H, dan RM. Pengungkapan kasus itu berawal dari laporan pihak Singapore Airlines ke Polda Metro Jaya.

"Pengungkapan kasus ini berawal dari Kepolisian Singapura yang menangkap seorang berinisial J yang merupakan warga negara Filipina yang tinggal di Singapura. Yang bersangkutan menjual tiket Singapore Airlines. Dari keterangan J ini diduga ada keterlibatan warga negara Indonesia," ucap Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Baca juga: Polda Jawa Timur Hentikan Kasus Penipuan yang Menjerat Ahmad Dhani

Dengan laporan itu, kata Argo, pihaknya segera menyelidiki kasus itu. Berawal dari mencari informasi terkait asal muasal tiket penerbangan yang di dapat oleh J.

Dari penyelidikan itulah, para tersangka berhasil ditangkap di dua lokasi berbeda. Seorang tersangka inisial AH ditangkap di kawasan Bandung, Jawa Barat. Sedangkan, tiga lainnya yakni, A, H, dan RM ditangkap di Medan, Sumatera Utara.

Dari penyelidikan dan penangkapan itu diketahui bahwa para tersangka memiliki outlet resmi penjualan tiket penerbangan di wilayah Jakarta dan Singapura. 

Selain itu, aksi penipuan yang dilakukan oleh komplotan itu yakni dengan cara membobol identitas pengguna kartu kredit secara acak. Pembobolan itu mengunakan cara menyebar email berisi informasi yang menyebut bahwa pemilik akun atau email itu sebagai pemenang undian.

Nantinya, para pemilik email yang tertipu akan diminta untuk mengisi biodata yang mengarah kepada data pribadi di kartu kredit. Dengan data itulah, para pelaku meretas data kartu kredit yang nantinya akan digunakan untuk membeli tiket pesawat. 

"Jadi modusnya itu meretas data lah, nanti kartu kredit itu dibobol oleh para tersangka untuk digunakan membeli tiket," ucap Argo.

Baca juga: Pengacara Ratna Sarumpaet Akui Kliennya Kenal dengan Tersangka Penipuan 'Uang Raja'

Setelah membeli tiket pesawat itu, lanjut Argo, para pelaku akan menjual di bawah harga normal dari penjualan resmi. Dengan pembobolan itu, pihak Singapore Airlines jadi pihak yang paling dirugikan. 

Sebab saat pencairan dana pembelian, semua orang yang digunakan kartu kreditnya oleh para pelaku mengklaim kepada pihak bank tak pernah membeli tiket penerbangan. 

Dari hasil pemeriksaan, aksi penipuan itu telah berjalan hampir selama empat tahun. Bahkan, kerugian yang telah dialami pihak maskapai tersebut mencapai Rp1 miliar.

"Kerugian dari awal pelaku beraksi itu mencapai Rp1 miliar tapi kalau dihitung dalam satu tahun terakhir itu kerugian yang dialami pihak maskapai mencapai Rp200 juta," singkat Argo.

Kini para tersangka harus mendekam di balik jeruji besi dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya mereka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Rizky Adytia Pramana
Category
Nasional