Pantau Flash
Pemerintah Pastikan Omnibus Law Tidak Akan Berdampak Upah Minimum Berkurang
Indonesia Kirim Lima Wakil ke Semifinal Indonesia Master 2020
Menko Luhut Sebut Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kilogram Demi Efisiensi
Pemprov DKI Akan Terbitkan Peraturan Terkait Izin PKL Berdagang di Trotoar
Soal RUU Omnibus Law, F-PPP: Jangan Hanya Memikirkan Aspek Investasi!

Pesan Herry IP untuk Pasangan Fajar/Rian di Indonesia Open 2019

Pesan Herry IP untuk Pasangan Fajar/Rian di Indonesia Open 2019 Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Foto:Media PBSI)

Pantau.com - Pelatih sektor ganda putra pelatnas PBSI, Herry Iman Pierngadi meminta pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tampil menyerang saat menghadapi wakil China, Liu Cheng/Huang Kai Xiang nanti di babak pertama Indonesia Open 2019, yang akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, 16-21 Juli 2019.

Seperti diketahui bukan hanya China yang melakukan komposisi baru untuk setiap pemainnya pada sektor ganda. Indonesia pun menjadi salah satunya setelah ganda putri dilakukan pergantian pasangan untuk menemukan komposisi terbaik. Hal itu dilakukan karena menuju persiapan menuju Olimpiade sehingga berbeagai komposisi dilakukan untuk menemukan permain terbaik.

China sedang selakukan perombakan pada ganda putra unggulannya, yakni Liu Cheng/Huang Kai Xiang. Meski baru merekapun langsung diturunkan mengikuti ajang super series 1000 BWF World Tour dan akan langsung menghdapai Fajar/Rian

Baca juga: Hasil Drawing Indonesia Open Menguntungkan Ganda Putra

Sekedar info Liu Cheng sebelumnya adalah partner Zhang Nan, dimana keduanya sukses meraih gelar juara dunia 2017. Menanggapi hal ini, Herry menganggap dipecahnya Liu Cheng/Zhang Nan adalah strategi China untuk menggerus konsentrasi para pasangan ganda putra Merah Putih. 

"Lebih kurang (pasangan baru China ini) sama mainnya. Seperti biasa tipe-tipe pemain China itu mengandalkan pola (pukulan) panjang dan keras," ujar Herry Iman Pierngadi di Pelatnas PBSI, Cipayung.

"Kita harus antisipasi, kalau menurut saya kita harus menguasai lini depan, itu dipegang duluan. Kedua, (Fajar/Rian) harus menyerang karena karakter shuttlecock di Indonesia Open beda dengan All England atau Jepang Open," tambahnya.

Baca juga: Ini Penjelasan Owi/Winny Soal Target di Ajang Indonesia Open 2019

Dalam mempersiapkan ini mereka pun mulai mengetahui apa yang menjadi kekurangan. Karakteristik shuttlecock Indonesia Open yang meluncur cepat kala dipukul harus diantisipasi dengan permain dengan pola menyerang. Kabar baiknya, hal itu sesuai dengan karakter wakil-wakil Merah Putih.

"Kalau menurut saya sektor depan harus didahulukan, dipegang. Kita harus main menyerang," tambah Herry.

"Kalau Indonesia Open agak sulit main bertahan, harus menyerang lapangan berangin, shuttlecock kencang, situasi gedung kecil, suporter terlalu berisik, itu semua kan pengaruh," pungkasnya.

Indonesia sendiri menurunkan enam pasang ganda putra ke Indonesia Open 2019. Selain Fajar/Rian, mereka antara lain Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Serta Berry Angriawan/Hardianto, Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso, dan pasangan non-pelatnas Angga Pratama/Ricky Karandasuwardi.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Reporter
Willa Wildayanti
Category
Olahraga

Berita Terkait: