Forgot Password Register

Headlines

PT LIB Tutup Mulut Terkait Mekanisme Pembayaran Utang

PT LIB Tutup Mulut Terkait Mekanisme Pembayaran Utang Dirut PT LIB, Dirk Soplanit bersama Ketua Bopi Richard Sam Bera. (Foto: Pantau.com/Willa Wildayanti)

Pantau.com - Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Dirk Soplanit, mengaku mekanisme pembayaran hutang dan tunggakan subsidi Liga 1 2018 telah disepakati antara pihaknya dengan klub-klub peserta. Kendati ia tak mau membuka mengenai pembayaran karena sudah ada dalam business plan.

Tidak cuma saat RUPS, Dirk mengatakan pemberitahuan telah dilakukan saat kegiatan Managers Meeting klub peserta. Namun Dirk mempertegas mengenai utang piutang sebuah badan usaha itu sangat wajar.

Menurutnya, hanya saja sampai sejauh mana hutang itu dan tentu diselesaikannya dengan baik dan dapat dikelola, harusnya diselesaikan dengan baik dan itu pun yang selalu dibangun oleh LIB dan klub-klub lainnya.

"Kita dalam rangka menggelar liga 1 2019 ada dua tahapan yang kita lakukan. Pertama, pertanggungjawaban pengurus di RUPS, kemudian setelah RUPS juga menggelar rapat antar pimpinan, kita sudah beberkan bisnis plan LIB kepada rekan bisnis kami," ujar Dirk SOplanit saat ditemui di Media Center Kemenpora, Jumat (10/5/2019).

Baca Juga: LIB Lunasi Hutang, Liga 1 2018 segera Bergulir?

"Dan kami juga telah membeberkan semua kemungkinan-kemungkinan, penyelesaian-penyelesaian hutang dengan sumber-sumber dari revenue yang diperoleh LIB sebagai koorperasi dan semua sudah ada kesepakatan dan akan kami kawan kedepan, bahwa kewajiban itu harus diselesaikan," tambahnya.

Sedangkan mengenai detail komitmen pembayaran sendiri, Dirk tidak mau mengungkapkan karena semua sudah diatur. Seperti diketahui saat ini PT LIB masih menunggak pembayaran subsidi Liga 1 2018 dalam aspek Elite Pro Academy U-19, sekitar senilai Rp2,5 miliar ke setiap klubnya. Selain itu, LIB juga belum melunasi kekurangan-kekurangan pembayaran subsidi untuk Liga 1 musim 2017.

"Untuk kondisi seperti ini tidak bisa secara detail. Kita di dalam mengelolan kompetisi kita jg di dukung sponsor-sponsor. Mereka mendukung kita memberikan dukungan juga tidak sekaligus, ada tahapan/kloter pemberiannya, jadi kita mengatur cashflow cooperasi ini sedemikian rupa  disesuaikan dengan sumber pemasukan-pemasukan juga pengeluaran dan kewajiban-kewajiban yang ada," ungkapnya.

"Tapi pada saat RUPS maupun pertemuan dengan klub bisnis plan sudah kita beberapan secara transparan. Sudah ada di berita acara dalam rapat," tuntas Dirk.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More