Pantau Flash
Semua Anggota Polri Dilarang Pamer Kekayaan di Media Sosial
Luhut Panjaitan: Kami Nggak Mau Teknologi Kelas 2 Datang ke Indonesia
Banderol Marko Simic Terlalu Tinggi untuk Sepak Bola Indonesia
Kadin Bentuk Tim Satgas Imbas Eskalasi Perang Dagang AS-China
China Tepis Laporan New York Times Soal Tawanan Pengungsi Muslim Uighur

Setelah Rencanakan Pembunuhan, Aulia Beli Obat Nyamuk di Warung Kelontong

Setelah Rencanakan Pembunuhan, Aulia Beli Obat Nyamuk di Warung Kelontong Aulia Kesuma membeli obat nyamuk bakar (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Fakta pembunuhan terhadap Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan M. Adi Pradana alias Dana (23) yang didalangi Aulia Kesuma terus terungkap satu persatu.

Usai merencanakan aksi bejat di apartemen Kalibata yang menghasilkan cara membunuh dan menghilangkan jejak, Aulia kemudian menuju salah satu warung kelontong.

Warung kecil itu menjual berbagai kebutuhan itu terletak cukup dekat dengan apartemen atau sekitar 500 meter. Di warung kelontong itulah Aulia membeli beberapa obat nyamuk bakar.

"Di sini hanya membeli obat nyamuk bakar merek kingkong dan korek," ucap salah seorang polisi.

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan Ayah-Anak, Sugeng Usul Kebakaran Pakai Obat Nyamuk

Usai membeli kedua benda itu, Aulia langsung digiring beberapa polisi untuk menuju mobil. Hampir tak banyak kata yang diucapkan wanita itu. Meski beberapa kalimat sempat terucap dari mulut yang ditutupi masker itu. Aulia melangkah cepat dengan terus menundukkan kepala seakan malu wajahnya dikenali warga sekitar.

"Pindah ke lokasi selanjutanya ya," kata seorang polisi lainnya.

Kasus ini bermula saat Edi dan anaknya, Dana ditemukan tak bernyawa dalam sebuah minibus yang terbakar di kawasan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu, 25 Agustus 2019.

Hasil penyelidikan, insiden tersebut diketahui rangkaian kasus pembunuhan. Otak pembunuhan adalah istri korban yakni Aulia. Istri kedua Edi itu menyewa empat pembunuh bayaran yang berasal dari Lampung untuk menghabisi suami dan anak tirinya. Aulia menjanjikan pelaku duit Rp400 juta bila misinya berhasil.

Para pembunuh bayaran itu mulanya membunuh kedua korban di rumahnya, kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Setelah itu, jasadnya disimpan di minibus Toyota Cayla.

Baca juga: Aulia Kesuma Usai Membunuh: Lega, Saya Sempat Ucapkan Alhamdulillah

Para pembunuh bayaran itu lalu pulang ke Lampung setelah diberikan uang Rp10 juta. Kemudian, Aulia dan Kelvin membawa kedua jasad menggunakan Toyota Cayla warna hitam.

Aulia membawa Toyota Cayla sendirian, sementara Kelvin juga mengemudi Toyota Cayla membawa dua jasad tersebut. Setiba di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kelvin membeli delapan botol Pertalite.

Kemudian, untuk menghilangkan barang bukti Aulia menyuruh Kelvin membakar mobil dan dua jasad tersebut di dekat jurang kawasan Kampung Bondol, Sukabumi. Saat menyalakan api, Kelvin terkena luka bakar.

Lantaran panik, setelah mobil terbakar tak jadi didorong ke jurang. Aulia dan Kelvin langsung kabur ke Jakarta untuk mendapatkan perawatan. Melihat mobil terbakar, masyarakat melaporkan ke polisi. Setelah melakukan penyelidikan, aparat Polres Sukabumi menangkap Aulia di Cilandak, Jakarta Selatan, Senin, 26 Agustus 2019 pukul 11.00 WIB.

Aulia sempat ditahan di Polres Sukabumi, dan saat ini sudah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Sedangkan Kelvin ditangkap saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sementara, dua pembunuh bayaran,Kusmawanto Agus dan Muhammad Nur Sahid ditangkap di Lampung. Dua pembunuh bayaran lainnya masih dicari.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: