Pantau Flash
Akibat Demo Catalan, Partai El Clasico Diundur
Mahathir Mohamad Dipastikan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Nasihati Anak Muda, Jack Ma: Kebanyakan Orang Pintar Ingin Menang
KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api

Soal Dugaan Aparat Terlibat di Kasus Novel, Polisi: Jangan Berasumsi!

Soal Dugaan Aparat Terlibat di Kasus Novel, Polisi: Jangan Berasumsi! Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono (Foto: Antara/ Indrianto Eko Suwarso)

Pantau.com - Polda Metro Jaya meminta jangan ada asumsi terkait dugaan keterlibatan polisi dalam kasus teror penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan.

"Tidak boleh berasumsi dan berprasangka yang tidak ada data dan fakta karena bisa menimbulkan fitnah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono dalam pesan singkat, yang diterima di Jakarta, Kamis, 20 Juni 2019.

Baca juga: Kuasa Hukum: TGPF Sebut Ada Dugaan Keterlibatan Polisi di Kasus Novel

Sebelumnya, Tim kuasa hukum Novel Baswedan kembali menyebut dugaan keterlibatan polisi dalam penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

"Bulan lalu ada konfirmasi dari salah satu anggota tim gabungan, bahwa ada kuatnya dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian dalam kasus kekerasan terhadap Novel Baswedan," kata anggota tim kuasa hukum, Alghiffari Aqsa di kantor KPK, Kamis, 20 Juni 2019.

Alghiffari mengatakan, selama dua tahun terakhir proses penyelidikan, pelaku tindak kekerasan selalu mengarah kepada preman.

Baca juga: TGPF Kembali Periksa Novel Baswedan Terkait Teror Penyiraman Air Keras

Polri sudah bolak-balik membantah jika korpsnya dikaitkan dengan penyerangan terhadap Novel. Polisi menyebut mereka serius menangani perkara tersebut. Hari ini, tim gabungan Polri memeriksa Novel di gedung KPK.

Pemeriksaan terhadap Novel Baswedan bertepatan dengan peringatan 800 hari teror penyiraman air keras yang merusak matanya. Pada 11 April 2017 dua orang tak dikenal menyiram wajah mantan perwira Polri itu dengan air keras.

Peristiwa itu terjadi di dekat rumah Novel seusai ia menjalankan salat subuh berjamaah di masjid.

Akibat siraman air korosif itu, mata Novel Baswedan rusak parah hingga harus menjalani rangkaian operasi di Singapura. Hingga kini, polisi belum menangkap pelakunya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Category
Nasional

Berita Terkait: