Pantau Flash
Akibat Demo Catalan, Partai El Clasico Diundur
Mahathir Mohamad Dipastikan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf
Nasihati Anak Muda, Jack Ma: Kebanyakan Orang Pintar Ingin Menang
KPK Geledah Kantor Dinas PU Medan
Sainsbury Akan Stop Berjualan Kembang Api

TGPF Kembali Periksa Novel Baswedan Terkait Teror Penyiraman Air Keras

TGPF Kembali Periksa Novel Baswedan Terkait Teror Penyiraman Air Keras Anggota TGPF Hendardi (kanan) (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan jalani pemeriksaan di Gedung KPK. Novel diperiksa oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Kapolri terkait teror penyiraman air keras yang menimpanya.

Anggota TGPF Hendardi mengatakan pemeriksaan hari ini merupakan lanjutan pemeriksaan terhadap Novel saat masih dirawat di Singapura.

"Kelanjutan aja dari pemeriksaan yang lalu. Dia (Novel) kan sudah pernah diperiksa di Singapura oleh tim penyidik. Ini tambahan lah, pendalaman. Pemeriksaan biasa," katanya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Baca juga: Ditanya Soal Kasus Teror Novel Baswedan, Ini Jawaban Menohok Jokowi 

Hendardi menambahkan, selain Novel, TGPF juga telah memeriksa sejumlah pihak lainnya. Sesuai amanat Kapolri, TGPF diberi waktu enam bulan sejak dibentuk pada Januari 2019 lalu untuk mengusut kasus tersebut.

"Sedang bekerja, kan enam bulan sampai nanti Juli. Juli, kami selesai akan launching tapi kami sampaikan dulu ke Kapolri. Nanti Kapolri yang tentukan langkah selanjutnya," katanya.

Namun, Hendardi enggan menyampaikan perkembangan pengusutan kasus yang dilakukan TGPF selama lima bulan kemarin. Menurutnya, TGPF masih bekerja untuk melanjutkan investigasi yang sebelumnya telah dilakukan polisi sejak Novel disiram air keras pada 11 April 2017.

"Yang jelas kami melanjutkan investigasi atas kasus ini. Nanti hasilnya dong," ucapnya.

Baca juga: Kondisi Mata Novel Baswedan Berangsur Membaik 700 Hari Pasca Teror

Diketahui Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk TGPF kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan sejak 9 Januari 2019. Pembentukan tim tersebut sebagai respon dari rekomendasi Komnas HAM yang telah dilayangkan sejak 21 Desember 2018.

Berdasarkan surat tugas yang ditandatangani Tito, disebutkan jumlah anggota tim gabungan sebanyak 65 orang yang terdiri dari pihak praktisi, internal KPK, dan kepolisian. Namun sejak tim tersebut dibentuk belum ada satu pun pelaku yang terungkap.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Sigit Rilo Pambudi
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: