Pantau Flash
Menpora Malaysia Sanjung Gojek Bantu Ekosistem e-Commerce Negaranya
BNPB: Kualitas Udara di Sumsel, Jambi, dan Riau Sangat Tidak Sehat
F1 Bakal Digelar di Miami pada Musim 2021
OJK: Kehadiran Palapa Ring Bisa Percepat Industri Fintech di Indonesia
Kementan Dorong Kawasan Perbatasan Jadi Lumbung Beras dan Ekspor

Stok Beras Melimpah, Amran: Bulog Saat ini Sewa Gudang di 6 Provinsi

Stok Beras Melimpah, Amran: Bulog Saat ini Sewa Gudang di 6 Provinsi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (Foto: Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian)

Pantau.com - Berkunjung ke Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (9/10/2019), Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke gudang beras Bulog Sub Divre Kediri. Dalam kunjungannya Amaran menjumpai gudang bulog penuh. Saat ini posisi stok di gudang penyimpanan beras Bulog Kediri mencapai 87.981 ton, dan masih terus bertambah karena masa panen masih berlangsung. 

"Kami terima laporan dari Dirut Bulog dan Direktur Pengadaan Bulog bahwa Bulog saat ini sudah menyewa gudang di enam provinsi, yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan  Nusa Tenggara Timur,” ungkap Amran. 

Amran menegaskan melimpahnya beras di gudang Bulog menunjukkan bahwa produksi padi tetap stabil saat musim kemarau. Dengan kondisi stok beras yang berlebih, Amran memastikan pemerintah tidak akan ada impor beras. Jika ada kenaikan harga, maka perlu dicurigai ada pihak yang bermain. 

Baca juga: Mentan Klaim Teknologi Bantu Wujudkan Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045

"Hari ini masih ada pengadaan. Itu menandakan bahwa kalaupun musim kemarau produksi tetap bagus dan surplus. Jangan lagi ada berspekulasi bahwa beras kita kurang dan seterusnya. Hari ini kami ingin menyampaikan bahwa beras kita surplus," tandas Amran. 

Produktivitas yang tetap tinggi saat musim kemarau, menurut Amran, tidak bisa dilepaskan dari sejumlah program terobosan yang dijalankan selama pemerintahan Jokowi-JK. 

Kondisi stok beras yang melimpah menunjukkan bahwa Indonesia sudah swasembada beras. Amran menyebutkan, Sebagai perbandingan data, swasembada era 1984, produksi beras Nasional 25,8 juta ton, konsumsi beras nasional 27 juta ton per tahun, dan masih ada impor beras 414.000 ton, untuk konsumsi penduduk 164 juta jiwa.

Baca juga: Bak Huawei, Perusahaan Kecerdasan Buatan China Juga Masuk Daftar Hitam AS

Sementara swasembada 2019, dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini 267 juta jiwa dan konsumsi beras secara nasional 32,4 juta ton per tahun, pemerintah mampu produksi beras nasional 34.9 juta ton, dan tidak melakukan impor sepanjang tahun 2019.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Serealia, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementan, Bambang Sugiharto menyebutkan stok beras saat ini mencapai 5,49 juta ton. Diprediksi, stok beras di akhir Desember 2019 masih di atas 5 juta ton. 

"Angka 5,49 juta ton itu diperoleh dari stok awal tahun 2019 ditambah dengan perkiraan surplus Januari-November 2019. Sementara di tahun 2018 hanya 3,3 juta ton," ungkap Bambang, di Jakarta. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: