Forgot Password Register

Studi: Orang Kaya Cenderung Pelit Menyumbang Dibanding Orang Miskin

Ilustrasi (Pixabay) Ilustrasi (Pixabay)

Pantau.com - Menurut penelitian orang yang memiliki sedikit uang lebih mungkin membantu uangnya dibanding orang kaya.

Hasil study dari Queen Mary University of London menyebutkan bahwa orang yang memiliki uang banyak justru cenderung tidak akan membagi uang mereka dibanding orang yang sedikit meiliki uang.

Penelitian ini berdasarkan dari eksperimen sosial dimana orang diminta untuk menggunakan uang sungguhan untuk bermain game. Dalam hal ini, orang yang memiliki status ekonomi lebih rendah dan tinggi yang menentukan seberapa banyak uang yang mereka berikan diawal sebagai tanda.

Baca juga: Ada Kebijakan Baru, Ini Untung Ruginya Beli Rumah Tanpa DP

Game ini melibatkan partisipasi yang memutuskan berapa banyak uang uang mereka simpan untuk disimpan dan berapa banyak uang yang akan mereka sumbangkan kepada kelompok kucing yang akan dibagikan kesetiap anggota.

Terkadang, kekayaan orang itu ditentukan secara kebetulan, atau disisi lain karena usahnya.

Secara keseluruhan, partisipan dari golongan ekonomi rendah ini akan berkontribusi lebih di groupnya dari pada yang lainnya. Mereka yang memiliki status kaya akan berkontribusi lebih sedikit bahkan beberapa orang kaya dari dulunya juga akan menyumbang lebih sedikit.

"Untuk orang yang berstatus berkelas, cara mencapai kekayaannya, apakah karema kesempatan atau usaha, tampaknya menjadi faktor kunci yang menentukan tingkat kerjasama yang diamati," kata Ma gda Osman, seorang profesor di Sekolah Biologi dan Kimia Queen Mary Ilmu dan penulis utama studi.

Namun, jika anda mendapatkan status itu melalui usahanya daripada bawaan atau warisan akan lebih mungkin mempertahankan apa yang didapatnya.

Baca juga: Sebelum Beli, Cek Harga Hewan Kurban Dulu Nih!

Dikutip business insider, ketika kekayaan yang dimiliki terbatas, maka orang dengan ekonomi rendah lebih banyak insentif untuk bekerja sama.

"Intinya di sini adalah bahwa bahkan jika seseorang bertindak secara kooperatif, tidak ada alasan untuk berpikir bahwa ini murni karena alasan altruis," ujarnya.

Sebaliknya, anda berharap dengan berkontribusi lebih banyak, orang lain juga akan melakukan hal yang sama, dan pada akhirnya anda akan mendapat keuntungan darinya.

Namun, ia mengakui tidak ada jaminan bahwa dalam hal ini berlaku sama seperti pribadi orang. Akan tetapi pihaknya menggaris bawahi bahwa orang dengan status ekonomi rendah yang kerap memberikan kontribusinya belum tentu dibalas dengan hal serupa.

"Temuan mengejutkan lainnya adalah bahwa empati tidak ada pengaruh pada mempromosikan perilaku pro-sosial, dengan kata lain menyumbang uang untuk kelompok pot," kata Osman. 

Share :
Komentar :

Terkait

Read More