Pantau Flash
Fix! Donald Trump Tegaskan AS Tak Akan Berbisnis Dengan Huawei
Ada Aksi Protes Pengusiran Mahasiswa Papua di Surabaya, Manokwari Lumpuh
Produk Indonesia Curi Perhatian di Pameran NY NOW 2019
Fakhri Husaini Evaluasi 2 Hal Usai Timnas Dikalahkan Malaysia di Semifinal
Selamat Tinggal.... Bioskop XXI di Taman Ismail Marzuki Stop Operasi

Sulit Dideteksi, Penting untuk Tahu Faktor Penyebab Penyakit Ginjal

Sulit Dideteksi, Penting untuk Tahu Faktor Penyebab Penyakit Ginjal Ilustrasi ginjal (Foto: Connectnigeria)

Pantau.com - Di antara sederet faktor risiko seseorang terkena penyakit ginjal, hipertensi adalah salah satunya, menurut Dokter spesialis ginjal dari PERNEFRI, dr. Aida Lydia, PhD, SpPD-KGH.

Baca juga: Aduh, Hipertensi Bisa Ganggu Kehidupan Seksual

Menurut Aida, hipertensi mengganggu pembuluh darah ginjal (nefron) sehingga menyebabkan kerusakan filtrasi ginjal dan berakhir dengan terganggunya fungsi ginjal.

"Hipertensi mengganggu pembuluh darah, terjadi kerusakan filtrasi dan lama-lama mengganggu fungsi ginjal," ujarnya dalam konferensi pers 'World Kidney Day 2019' di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Selain hipertensi, masalah ginjal juga disebabkan faktor lain seperti diabetes melitus, obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, kurang melakukan aktivitas dan pola makan tidak sehat.

Riwayat keluarga dnegan penyakit ginjal, usia tua juga menjadi faktor risiko seseorang terkena penyakit ginjal.

Penyakit ginjal pada awalnya tidak menunjukkan gejala khas sehingga sering terlambat diketahui. Untuk itu, penting mengenali faktor risiko penyakit ini.

Saat ini diperkirakan sekitar 10 persen penduduk dunia menderita penyakit ginjal kronik dan prevelansi penyakit ini cenderung lebih tinggi di negara berkembang.

Baca juga: Waspada Kanker Ternyata Lebih Rentan Menyerang Seseorang Usia Muda

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan perevelansi PGK mencapai 3.8 persen atau naik 1,8 persen dari tahun 2013. Sementara survei PERNEFRI 2009 di empat area urban dan suburban memperlihatkan angka 12,5 persen.

"Lebih dari 20 ribu pasien belum mendapatkan akses pelayanan ginjal. Masih banyak yang datang terlambat, saat fungsi ginjal menurun, sudah gagal ginjal," kata Aida.

Share this Post:
Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Category
Ragam

Berita Terkait: