Pantau Flash
Jokowi kepada Seluruh Kementerian: Belanjakan DIPA 2020 Secepat-cepatnya
Timnas U-22 Indonesia Terancam Tanpa Pemain Senior di SEA Games 2019
YLKI Desak Anies Baswedan Atur Keberadaan Otopet Listrik
Puan: Brimob Harus Makin Galak dengan Terorisme!
Penerimaan Bea Keluar Nikel Ekspor Melonjak Akibat Larangan Ekspor

Surati Presiden Jokowi, Eggi Sudjana Minta Perlindungan Hukum

Headline
Surati Presiden Jokowi, Eggi Sudjana Minta Perlindungan Hukum

Pantau.com - Tersangka kasus dugaan makar, Eggi Sudjana mengirimkam surat kepada Presiden Joko Widodo guna meminta perlindungan hukum atas perkara yang menjeratnya. Surat permohonan itu telah dikirimkan ke Istana negara, pada Selasa 17 September lalu.

Kuasa Hukum Eggi Sudjana, Alamsyah Hanafiah menyebut surat perlindungan hukum itu telah diterima oleh pihak sekertariat negara. Selain itu, pada surat itu juga berisi permintaan klarifikasi kepada Presiden terkait dugaan makar yang disangkakan terhadap Eggi.

"Sudah diterima oleh sekretariat negara," kata Alamsyah di Polda Metro Jaya, Kamis (19/9/2019).

Baca juga: Pemeriksaan Ketum FPI Ahmad Sobri Berkaitan Dugaan Makar Eggi Sudjana

Sehingga, jika nantinya tidak adanya tindakan makar yang berdefinisi sebagai perbuatan upaya penggulingan pemerintah yang sah, maka, sambung Alamsyah, pihaknya meminta untuk penyidikan kasus itu dihentikan.

"Kan kata penyidik saudara Eggi telah melakukan makar, kita tanya langsung ke Pak Presiden apakah memang telah merasa digulingkan, kalau tidak ya kasusnya kita minta dihentikan," paparnya.

Lebih jauh, Alamsyah mengataka dengan telah mengirikan surat itu, besar harapan Presiden Jokowi segera menjawab permohonan kliennya itu dengan memberikan klarifikasi terhadap kasus itu.

"Apabila presiden tidak pernah merasa digulingkan oleh perbuatan Eggi, kami mohon perlindungan hukum. Kemudian, berkenan memerintahkan Kapolri, Kapolda untuk menghentikan penyidikan terhadap saudara Eggi," pungkas Alamsyah.

Baca juga: Soal Pemanggilan Ketum FPI, Kuasa Hukum Minta Diagendakan Ulang

Untuk diketahui, Eggi ditetapkan sebagai tersangka dugaan makar soal people power oleh Polda Metro Jaya. Penetapan itu berdasarkan proses gelar perkara pada 7 Mei 2019. Kasus itu bermula saat adanya pelaporan ke Bareskrim Polri yang dilakukan oleh Supriyanto, yang mengaku sebagai relawan dari Jokowi-Ma'ruf Center (Pro Jomac), ke Bareskrim Polri pada Juma, 19 April 2019.

Laporan Supriyanto telah teregistrasi dengan nomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan. Perkara yang dilaporkan adalah Tindak Pidana Pengaduan Palsu UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 220 KUHP Pencemaran Nama Baik UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 310 KUHP.

Namun, Eggi mengajukan penangguhan penahanan dengan penjamin Sufmi Dasco Ahmad, pada 4 Juni 2019. Hingga akhirnya permohonan penangguhan penahanan itu dikabulkan pada Senin, 24 Juni 2019. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: