Forgot Password Register

Tak Realistis, Penurunan HET Beras Rugikan Banyak Pihak

Beras (foto:Pantau.com/Fery Heryadi) Beras (foto:Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan bahwa rencana Kementerian Perdagangan untuk menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah wilayah Indonesia Barat merupakan hal yang tidak realistis dan tidak akan efektif.

Kepala Penelitian CIPS Hizkia Respatiadi di Jakarta mengatakan sejak awal penerapan HET tidak akan efektif untuk menurunkan harga karena hanya bertujuan meredam harga di tingkat konsumen tanpa memikirkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan para pedagang dan petani.

"Langkah ini hanya akan semakin memberatkan para petani dan pedagang, terutama pedagang kecil. Keuntungan petani tidak akan meningkat karena beras hasil panen sudah dipatok sesuai dengan Harga Pokok Pembelian (HPP)," papar Hizkia Respatiadi.

Baca juga: Sempat Turun, Bumbu Dapur Kembali Naik

Menurut Hizkia, penerapan HET juga berisiko memunculkan adanya risiko pencampuran beras berkualitas tinggi dengan beras berkualitas rendah demi menghindari kerugian.

Selain itu, ada biaya yang harus ditanggung pada pedagang eceran saat bertransaksi dengan pedagang di tingkat grosir, seperti biaya transportasi dan upah tenaga kerja.

Biaya tambahan tersebut, lanjutnya, juga tidak diperhitungkan pemerintah saat menetapkan HET beras.

Ia berpendapat bahwa daripada menurunkan daripada menurunkan besaran HET, pemerintah sebaiknya fokus membenahi rantai distribusi beras yang panjang.

Baca juga: Apa Kabar Pasar Santa? Tempat Ekonomi Anak Muda Jakarta

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi VI DPR Dito Ganinduto menyatakan perlunya ada keseimbangan yang pas dalam menentukan harga beras di tengah masyarakat sehingga tidak memberatkan kepada warga atau merugikan petani yang memproduksinya.

"Yang terpenting sekarang adalah menjaga harga beras ke konsumen bagus, begitu juga dengan harga dari petani ke produsen bagus," kata Dito Ganinduto.

Menurut Dito, dengan demikian maka usaha petani juga bakal bertumbuh kepada petani dan kebijakan yang ada tidak hanya memberikan harga murah kepada warga yang menjadi konsumen.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More