Pantau Flash
KPK Kembali Agendakan Pemeriksaan Soekarwo Pekan Depan
Kantongi USD102 Miliar, Huawei Duduki Posisi 1 dari 500 Perusahaan China
Produsen Korsel Sudah Incar Lokasi Untuk Pabrik Mobil Listrik di Karawang
The Daddies Melenggang ke Perempatfinal Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019
Ketua DPRD DKI: 31 Agustus Batas Terakhir Pemprov Urusi Pencari Suaka

Terkait RUU Permusikan, Ini Lima Fakta Anang Hermansyah yang Sering Disalahpahami Publik

Terkait RUU Permusikan, Ini Lima Fakta Anang Hermansyah yang Sering Disalahpahami Publik Anang Hermansyah. (Foto: Instagram/@ananghijau)

Pantau.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikkan memang jadi perdebatan sengit beberapa minggu belakang. Buntutnya adalah prasangka dan anggapan negatif kepada inisiator Anang Hermansyah, selaku Anggota DPR RI Komisi X sekaligus Musisi.

Baca juga: Banyak Mendapat Hujatan, Anang Hermansyah Mudur dari LSP

Padahal tidak semua tuduhan negatif itu benar, sebagaimana fakta dan kesaksian pengurus Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu Republik Indonesia (PAPPRI), dimana Anang juga duduk sebagai anggota. Adapun ini anggapan negatif dan fakta yang sebenarnya berhasil di rangkum pantau.com.

1. Bukan Penyusun Draf RUU Permusikan

Menjadi inisiator tidak serta merta membuat Anang berhak menjadi penyusun RUU Permusikan, yang berhak menyusunnya Badan Keahlian (BK) DPR RI, saat draf itu diajukan ke Badan Program Legislasi Nasional (Prolegnas).

"Meminta badan keahlian DPR untuk menganti naskah, karena naskah tidak disusun oleh PAPPRI dan Anang, oleh siapapun juga, tapi oleh Badan Keahlian DPR RI," Ujar Pengamat Musik sekaligus Pengurus PAPPRI Bens Leo dalam Konferensi Pers di Restoran Munik, Jalan Matraman, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019).

Karenanya, tidak heran banyak pelafalan dan kata-kata yang digunakan tidak tepat, seperti 'wajib', 'harus' dan lain-lain, seolah ada peraturan resmi dalam berkarya membuat lagu dan bermusik.

2. Sertifikasi Musisi Agar Ada Upah Minimum

Ini perlu, tapi keinginan Anang dan PAPPRI tidaklah menjadi satu kewajiban untuk musisi, ini dapat ditempuh jika dirasa perlu. Mengingat praktiknya banyak musisi yang memerlukan sertifikasi, khususnya untuk berlaga dikancah internasional.

"Misalnya layak sekali mencari sertifikat ini, mereka mau perform dari luar negeri sertifikat itu perlu sekali, bahasa Indonesia dan Inggris standarisasinya ada tiga, utama dan madya itu menempatkan honorarium mereka," ujar Anang.

Sayangnya dalam tata bahasa yang tertera itu adalah 'wajib' atau 'harus' dan itulah yang perlu di revisi, tapi tidak lantas menolak RUU.

3. Temui Musisi Indie di Berbagai Kota

Tujuannya untuk memberikan pencerahan dan mendengar masukkan dalam sebuah diskusi, dimana RUU ini kebanyakan ditolak musisi independen atau indie. Hingga kini Anang sudah mendatangi Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang dan dalam waktu dekat Yogyakarta.

"Saya bilang temen-temen indie, kritis sikapnya saya melihatnya bahagia banget, mereka bisa sama-sama duduk dengan saya, masukkan juga bagus, dengan keberadaan yang sudah ada, kita masukkan-masukkan," ungkap Anang.

4. Tak Duduk Lagi di DPR, Tetap Perjuangkan RUU Permusikkan

Kurang dari tujuh bulan, Anang akan menanggalkan status anggota dewannya, tapi ia berjanji akan terus memperjuangkan dari luar dan bergerak memberikan pemahaman kepada pada musisi, agar RUU yang sudah masuk di Badan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) itu bisa di sahkan.

"Jadi nanti (bertugas di DPR) tinggal 7 bulan lagi, hingga diganti, tapi saya tidak akan berhenti untuk memperjuangkan, saya jadi seniman show, usaha istri maju saya akan terus sama temen-temen maju (RUU Permusikkan)," celetuk Anang.

5. Mundur dari LSP

Memastikan mundur dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dilakukan menyusul buntut dari RUU Permusikan yang membuat banyak pihak salah paham terhadapnya.

Terlebih salah satu poin di draf RUU itu menyebutkan adanya sertifikasi, dan sertifikasi itu ada tanda tangannya, karena kedudukannya sebagai Dewan Pengarah LSP terkait bidang musik. 

Baca juga: Glenn Fredly Bocorkan Hasil Rapat Soal RUU Permusikan Bersama Anang Hermansyah dan PAPPRI

"Dalam peristiwa tadi dewan pengarah di LSP, di peristiwa ini terus terang saya sudah ajukan pengunduran diri kepada organisasi, yang sekarang (suratnya) lagi di godok, sekarang terus terang Ashanty gembira  dan anak-anak gembira," tutup Anang.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Gilang K. Candra Respaty
Reporter
Dini Afrianti Efendi
Category
Ragam

Berita Terkait: