Pantau Flash
Sri Mulyani: RI Fokus Konsumsi Domestik Meski Perlambatan Ekonomi Global
Vicky Nitinegoro Ditangkap, Polisi Periksa Liquid Vape Terkait Narkoba
Kapolri Sebut Pelarangan Demonstrasi Agar Negara Tak Kecolongan
4 Hari Lagi, Yahoo Tutup Layanan Group dan Seluruh Konten
Akses Keluar Tol Slipi Arah Gatot Subroto Ditutup karena Isu Demo

Walmart Resmi Keluarkan Kebijakan Stop Jual Rokok Elektrik

Headline
Walmart Resmi Keluarkan Kebijakan Stop Jual Rokok Elektrik Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Walmart hari Jumat (20 September 2019) mengatakan akan berhenti menjual rokok elektrik di tokonya dan toko Sam's Clubs setelah serangkaian penyakit misterius dan kematian terkait dengan vaping.

Pengecer terbesar di Amerika yang berbasis di Bentonville, Arkansas itu mengatakan akan berhenti sepenuhnya menjual rokok elektrik setelah stoknya yang ada saat ini habis terjual.

Dilansir VOA, langkah ini diambil karena "meningkatnya peraturan federal, negara bagian dan lokal" mengenai produk vaping, kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Vape Lebih Sedikit Mengandung Nikotin Tapi Memicu Radang

Presiden AS Donald Trump telah mengusulkan larangan federal terhadap rokok elektrik bercita rasa dan produk vaping. Negara bagian Michigan telah melarang penjualan rokok elektrik rasa minggu ini. Beberapa pemerintah daerah, termasuk San Francisco, telah mengesahkan larangan membeli tembakau bercita rasa.

Rokok elektrik adalah bagian yang sangat kecil dari bisnis nikotin Walmart, yang juga termasuk rokok tradisional, tembakau tanpa asap dan permen karet nikotin.

Baca juga: Pebisnis Catat! Pemkot Sukabumi Tak Lagi Izinkan Pendirian Minimarket Baru

Industri vaping makin diawasi setelah kematian dan penyakit dan lonjakan penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja di bawah umur.

Lebih dari 500 orang telah didiagnosis menderita penyakit pernapasan setelah menggunakan rokok elektrik dan alat vaping lainnya, menurut pejabat kesehatan AS. Kematian kedelapan dilaporkan minggu ini. Tetapi pejabat kesehatan masih belum mengetahui penyebabnya

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: