Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Tembus Indeks MSCI, Harga Saham BUMI Merangsek Naik

Oleh Ahmad Munjin
SHARE   :

Tembus Indeks MSCI, Harga Saham BUMI Merangsek Naik
Foto: Salah satu kegiatan tambang PT Bumi Resources Tbk. (Bumi Resources)

Pantau - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) masuk ke dalam saham-saham di jajaran indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Small Cap melalui review per Februari 2024. 

MSCI merupakan salah satu indeks acuan yang dipertimbangkan oleh investor asing yang akan berinvestasi di pasar saham Indonesia.

Hal tersebut memberikan sinyal positif kepada investor domestik dan internasional, yang menunjukkan bahwa saham BUMI telah memenuhi standar tertentu dalam hal kinerja dan stabilitas.

“Saham Bumi secara signifikan masih undervalued atau dinilai terlalu rendah di pasar. Saham BUMI mampu masuk ke dalam 5 indeks internasional The Financial Times Stock Exchange (FTSE) & MSCI Indonesia, dan semoga bisa juga dianggap layak untuk dimasukkan ke dalam LQ45 oleh BEI segera,” kata Director and Corporate Secretary BUMI, Dileep Srivastava dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (27/2/2024).

Dileep pun kemudian menambahkan keterangannya, selain perihal MSCI. Produksi batu bara BUMI pada sepanjang tahun alias full year 2023 berkisar antara 75-80 metrik ton (MT). 

Sementara prediksi 2024 dipatok akan mengalami kenaikan sebesar 4-5 persen dibandingkan 2023. Tahun 2024 diperkirakan akan menjadi tahun yang jauh lebih superior dibandingkan 2023. 

“Kunci kinerjanya adalah mengoptimalkan volume yang selaras dengan permintaan pasar, mencapai modal kerja, dan meningkatkan efisiensi secara menyeluruh,” tambah Dileep.

Ia pun berharap, perseroan dapat segera mengumumkan kerjasama bisnis dalam proyek hilirisasi batu bara. “(Tujuannya) untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham di masa depan,” pungkas dia.

Asal tahu saja, terdapat dua saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang masuk ke dalam indeks MSCI, yaitu emiten batu bara Grup Bakrie BUMI dan emiten minimarket PT Midi Utama Indonesia (MIDI). 

Sementara emiten batubara PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) tidak dapat bertahan dan keluar dari indeks tersebut.

Berdasarkan data BEI (13/2/2024), saham emiten BUMI melonjak 4,65 persen ke Rp90 per unit saham. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp39,75 miliar dengan volume yang diperdagangkan mencapai 441,20 juta saham. 

Penulis :
Ahmad Munjin