Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

BI Tegaskan Neraca Pembayaran Tetap Terjaga Meski Alami Defisit 6,7 Miliar Dolar AS pada Triwulan II 2025

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BI Tegaskan Neraca Pembayaran Tetap Terjaga Meski Alami Defisit 6,7 Miliar Dolar AS pada Triwulan II 2025
Foto: (Sumber: Kegiatan bongkar muat peti kemas di kawasan IPC Terminal Petikemas (IPC TPK), Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). ANTARA/Unggul Tri Ratomo.)

Pantau - Bank Indonesia (BI) menyampaikan bahwa kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II 2025 tetap terjaga stabil, meskipun mencatat defisit sebesar 6,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

Posisi cadangan devisa per akhir Juni 2025 tercatat tinggi, yakni sebesar 152,6 miliar dolar AS.

Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 6,1 bulan impor serta pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Angka ini jauh melampaui standar kecukupan internasional yang umumnya hanya mencakup 3 bulan impor.

"Defisit transaksi berjalan tercatat rendah di tengah perlambatan ekonomi global dan harga komoditas. Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat defisit yang terkendali di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi," ungkap BI dalam keterangan resminya.

Transaksi Berjalan Tertekan, Tapi Masih Terkendali

Defisit transaksi berjalan pada triwulan II 2025 mencapai 3,0 miliar dolar AS atau setara 0,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), meningkat dibandingkan triwulan I 2025 yang hanya sebesar 0,2 miliar dolar AS (0,1 persen dari PDB).

Neraca perdagangan nonmigas tetap mencatat surplus, meskipun lebih rendah dari triwulan sebelumnya, karena terdampak oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan penurunan harga komoditas.

Di sisi lain, defisit neraca perdagangan migas mengalami penurunan, seiring dengan tren turunnya harga minyak global.

Defisit neraca pendapatan primer mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya, disebabkan oleh naiknya pembayaran dividen dan bunga/kupon yang mengikuti pola musiman.

Sementara itu, neraca pendapatan sekunder mencatat surplus yang meningkat, dipicu oleh kenaikan hibah dan remitansi dari pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri.

Investasi Langsung Naik, Aliran Modal Masuk Masih Positif

Meskipun transaksi modal dan finansial secara keseluruhan mencatat defisit sebesar 5,2 miliar dolar AS, kinerjanya tetap dinilai terkendali.

Investasi langsung mengalami peningkatan surplus dibandingkan triwulan sebelumnya, menunjukkan keyakinan investor terhadap prospek ekonomi dan iklim investasi Indonesia.

Namun, investasi portofolio mencatat defisit karena terjadi aliran keluar dana asing dari instrumen surat utang domestik.

Sementara itu, investasi lainnya membukukan surplus, dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri oleh sektor swasta.

"Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat respons bauran kebijakan yang didukung sinergi kebijakan yang erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait, guna memperkuat ketahanan sektor eksternal," tegas BI.

Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia sepanjang 2025 diperkirakan tetap sehat, dengan didukung oleh surplus transaksi modal dan finansial serta defisit transaksi berjalan yang rendah, dalam kisaran 0,5 hingga 1,3 persen dari PDB.

Surplus transaksi modal dan finansial ke depan diharapkan tetap kuat berkat aliran modal asing, yang didorong oleh persepsi positif terhadap ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang kompetitif.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Tria Dianti