
Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mendorong penguatan promosi dan pemasaran kopi Bengkulu agar mampu menembus pasar global.
Strategi Penguatan Promosi dan Hilirisasi
Rachmat menyatakan kualitas kopi Bengkulu sangat baik namun masih membutuhkan penguatan dalam aspek promosi, penjenamaan, dan akses pasar.
"Kopi Bengkulu ini kualitasnya sangat baik, bahkan bisa dikatakan salah satu yang terbaik. Namun, masih perlu penguatan, terutama dalam promosi, penjenamaan (branding), dan akses pasar agar semakin dikenal luas," ungkapnya.
Ia menilai potensi kopi Bengkulu besar tetapi belum dimanfaatkan secara optimal akibat kelemahan pada strategi pemasaran dan hilirisasi.
Rachmat menekankan perlunya langkah konkret untuk meningkatkan daya saing melalui pembentukan pusat pengembangan kopi terpadu.
"Pusat tersebut diharapkan mengintegrasikan seluruh rantai produksi dari petani hingga industri hilir," ujarnya.
Ia menambahkan, "Seluruh praktisi kopi harus dihimpun. Bengkulu perlu memiliki pusat kopi yang ke depan dapat menjadi rujukan dunia,”.
Peningkatan SDM dan Dukungan Pemerintah Daerah
Selain itu, pemerintah mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kopi, termasuk mencetak barista profesional berstandar internasional.
"Kita harus mampu mengekspor barista. Mereka perlu dididik secara profesional, lalu disebarkan ke berbagai negara," kata Rachmat.
Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan komoditas tersebut.
"Kopi merupakan salah satu sektor andalan Bengkulu. Pemerintah provinsi akan terus mendorong peningkatan kualitas, produktivitas, serta memperluas jaringan pemasaran," ujarnya.
Pelaku usaha kopi Abdul Khafi S. menilai kualitas kopi Bengkulu sudah kompetitif namun perlu penguatan promosi.
"Kualitas kopi Bengkulu sudah baik. Tinggal bagaimana promosi dan pemasarannya diperkuat agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi," ungkapnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, luas lahan kopi di Bengkulu mencapai sekitar 90 ribu hektare dengan produksi berkisar 50 hingga 55 ribu ton per tahun.
Bengkulu termasuk lima besar produsen kopi nasional dengan kontribusi lebih dari 7 persen dan produksi didominasi jenis robusta.
Sentra produksi kopi tersebar di wilayah Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Penguatan promosi, hilirisasi, dan pembentukan pusat kopi terpadu diharapkan menjadikan Bengkulu sebagai pusat kopi unggulan nasional hingga global.
- Penulis :
- Leon Weldrick







