Pantau Flash
HOME  ⁄  Ekonomi

Penebusan Perdana Pupuk Subsidi 2026 Dimulai, Sistem Digital Berjalan Lancar Sejak Menit Pertama

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Penebusan Perdana Pupuk Subsidi 2026 Dimulai, Sistem Digital Berjalan Lancar Sejak Menit Pertama
Foto: (Sumber: Petani bersiap memupuk tanaman padinya menggunakan pupuk subsidi jenis urea bercampur phonska di persawahan Desa Karangsari, Brati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (5/10/2025). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.)

Pantau - Penebusan perdana pupuk subsidi nasional tahun 2026 resmi dimulai tepat pukul 00.00 WIB, 1 Januari 2026, dengan total 147 transaksi tercatat pada hari pertama.

Sebanyak 74 transaksi dilakukan menggunakan sistem iPubers berbasis KTP, sementara 73 sisanya melalui Kartu Tani.

Data tersebut menandakan kesiapan penuh sistem distribusi pupuk subsidi nasional sejak awal tahun.

Harga Turun, Akses Lebih Mudah untuk Petani

Harga eceran tertinggi (HET) pupuk subsidi mengalami penurunan sebesar 20% berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 1117 Tahun 2025.

Penurunan ini bertujuan untuk menjaga daya beli petani dan memastikan sarana produksi terjangkau.

Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menjamin ketersediaan pupuk subsidi secara tepat waktu, tepat sasaran, dan mudah diakses.

Hal ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat swasembada pangan.

Petani Merespons Positif, Sistem Digital Dinilai Berfungsi Baik

Salah satu petani yang telah melakukan transaksi adalah Salim dari Cilacap, yang menebus 800 kilogram pupuk urea di kios resmi pada pukul 00:01 WIB.

"Alhamdulillah sangat membantu. Terima kasih Presiden Prabowo, pupuk lancar," ungkapnya.

Transaksi dilakukan dengan lancar menggunakan sistem iPubers, menunjukkan efektivitas sistem digital yang diterapkan.

Dua sistem digital, yaitu iPubers dan Kartu Tani, digunakan secara paralel dan dinilai berfungsi baik dalam mendukung proses transaksi.

Kebijakan ini juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola sarana produksi, meningkatkan stabilitas sektor pertanian, serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Penulis :
Gerry Eka