
Pantau - Pemerintah China mencatat nilai penjualan barang konsumsi melalui program tukar tambah mencapai lebih dari 2,6 triliun yuan sepanjang tahun 2025, dengan manfaat dirasakan oleh lebih dari 360 juta orang.
Data Kementerian Perdagangan China yang dirilis Kamis, 1 Januari 2026, menunjukkan bahwa program ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan konsumsi nasional, sekaligus mendukung agenda transisi hijau dan peningkatan industri domestik.
Barang Konsumsi dan Dampak Ekonomi
Dalam program tukar tambah tersebut, masyarakat China membeli:
11,5 juta unit mobil
129 juta unit peralatan rumah tangga
91 juta produk digital
120 juta barang dekorasi rumah, perlengkapan dapur, dan kamar mandi
12,5 juta sepeda listrik
Selama 11 bulan pertama 2025, penjualan ritel barang konsumsi meningkat 4 persen secara tahunan (year on year/yoy), dengan kontribusi program tukar tambah mencapai lebih dari 1 poin persentase terhadap pertumbuhan tersebut.
Inisiatif ini juga disebut mendukung transisi menuju ekonomi hijau, dengan kendaraan energi baru (Electric Vehicle/EV) mencakup hampir 60 persen dari total mobil yang ditukar.
Pangsa pasar ritel untuk mobil penumpang energi baru pun melampaui 50 persen selama sembilan bulan berturut-turut.
Daur Ulang dan Efek Lingkungan
Volume daur ulang kendaraan bermotor bekas meningkat 24,5 persen yoy sepanjang 2025.
Hasil dari proses daur ulang ini meliputi:
9,6 juta ton baja
1,3 juta ton logam nonbesi
Pengurangan emisi karbon sebesar 24,5 juta ton
Program ini juga memperkenalkan produk-produk ramah lingkungan, berbasis teknologi cerdas, dan rendah karbon ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sejak peluncuran pada September 2024, pemerintah China telah menyalurkan lebih dari 480 juta yuan dalam bentuk subsidi langsung kepada konsumen.
Kebijakan Berkelanjutan dan Prioritas 2026
Pada akhir Desember 2025, pemerintah China mengumumkan bahwa program subsidi tukar tambah untuk barang konsumsi akan diperpanjang hingga tahun 2026.
Sebagai bagian dari dukungan fiskal, pemerintah mengalokasikan 62,5 miliar yuan dari obligasi khusus pemerintah berjangka sangat panjang.
Perluasan permintaan domestik akan menjadi prioritas utama kebijakan ekonomi China tahun 2026, sebagaimana disampaikan dalam agenda Konferensi Kerja Ekonomi Pusat (Central Economic Work Conference).
Agenda ini juga mencakup kampanye peningkatan konsumsi serta peningkatan pendapatan warga di wilayah perkotaan dan pedesaan.
- Penulis :
- Gerry Eka








