
Pantau - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam melakukan evaluasi terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan pelayaran, menyusul peristiwa seorang penumpang melahirkan di atas Kapal Motor Penumpang (KMP) Lome pada Sabtu, 3 Januari 2026, yang berujung pada wafatnya sang ibu.
Proses Darurat di Tengah Laut, Bayi Selamat, Ibu Alami Komplikasi
General Manager ASDP Cabang Batam, Andri Setiawan, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut ditangani secara cepat, terkoordinasi, dan telah mengikuti SOP yang berlaku.
Meski demikian, insiden ini menjadi perhatian serius bagi manajemen ASDP dan mendorong dilakukannya evaluasi lebih lanjut terhadap prosedur keselamatan pelayaran.
Ketika laporan pertama diterima oleh perwira jaga, nakhoda kapal langsung mengambil alih komando dan mengaktifkan prosedur darurat.
Bantuan medis di kapal segera disiagakan, ruang khusus yang layak dan privat disiapkan untuk proses persalinan, serta seluruh kebutuhan dasar penumpang dipenuhi.
Proses persalinan berjalan dengan bantuan salah satu penumpang yang diketahui memiliki latar belakang sebagai tenaga kebidanan.
Bayi berhasil lahir dengan selamat di atas kapal.
Namun, sang ibu mengalami komplikasi pascapersalinan.
Melihat kondisi tersebut, nakhoda langsung berkoordinasi dengan manajemen cabang ASDP untuk mendapatkan dukungan medis lanjutan.
Koordinasi lintas instansi dilakukan guna mengevakuasi pasien, tetapi kondisi cuaca buruk, gelombang tinggi, dan angin kencang tidak memungkinkan proses pemindahan antar kapal.
Demi keselamatan jiwa, diputuskan kapal tetap melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Telaga Punggur, Batam.
Selama perjalanan, tim medis tetap siaga dan mendampingi pasien di atas kapal.
Setibanya di Batam, proses evakuasi dilakukan dengan ambulans yang telah disiapkan dan pasien langsung dirujuk ke rumah sakit.
Sayangnya, penumpang tersebut meninggal dunia di rumah sakit, sementara bayi yang dilahirkannya berada dalam kondisi selamat.
Evaluasi SOP dan Penanganan Ibu Hamil Jadi Sorotan
Andri Setiawan menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya penumpang tersebut dan menegaskan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi perusahaan.
Menanggapi kemungkinan pengetatan SOP, khususnya bagi penumpang ibu hamil, Andri menjelaskan bahwa saat ini ASDP hanya memastikan penumpang memiliki tiket resmi, tampak sehat secara fisik, dan didampingi selama perjalanan.
Namun, menyusul kejadian ini, laporan resmi telah disampaikan ke kantor pusat ASDP.
Kebijakan terkait akan ditinjau dan dibahas lebih lanjut bersama para pemangku kepentingan karena bersifat nasional, tidak terbatas pada Cabang Batam.
Manajemen ASDP juga menegaskan kembali komitmennya untuk terus mengutamakan aspek keselamatan dan kemanusiaan dalam operasional pelayaran, serta melakukan evaluasi SOP secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan








