
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 8 Januari 2026, dibuka menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia dan global.
IHSG tercatat menguat 1,89 poin atau 0,02 persen ke posisi 8.946,70 pada awal perdagangan di Jakarta.
Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan justru bergerak melemah 0,92 poin atau 0,11 persen ke posisi 870,40.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menyampaikan bahwa "IHSG masih berpotensi melanjutkan kenaikan hari ini jika kuat bertahan di support 8.900".
Dari sentimen global, pasar mencermati pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut otoritas sementara Venezuela akan menyerahkan hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kelebihan pasokan minyak global.
Sentimen pasar juga tertekan oleh sikap Trump yang menegaskan tidak akan mengizinkan perusahaan pertahanan membagikan dividen atau melakukan buyback sebelum keluhan terhadap industri tersebut diselesaikan.
Trump juga menyatakan Amerika Serikat akan melarang investor institusional besar membeli rumah tinggal tunggal yang membebani saham-saham private equity seperti Blackstone dan Apollo Global Management.
Dari kawasan Asia, pelaku pasar turut mencermati meningkatnya ketegangan hubungan antara Jepang dan China.
Pada perdagangan Rabu, 7 Januari 2026, bursa saham Eropa ditutup mayoritas melemah dengan indeks Euro Stoxx 50 turun 0,12 persen dan FTSE 100 Inggris melemah 0,74 persen.
Indeks DAX Jerman menguat 0,92 persen, sementara CAC Prancis melemah 0,04 persen.
Bursa saham Amerika Serikat di Wall Street juga ditutup mayoritas melemah dengan indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,94 persen ke level 48.996,19 dan indeks S&P 500 melemah 0,34 persen ke level 6.920,95.
Indeks Nasdaq Composite tercatat menguat tipis 0,06 persen dan ditutup di level 25.653,90.
Bursa saham Asia pada pagi hari bergerak beragam dengan indeks Nikkei melemah 0,46 persen, Shanghai turun 0,06 persen, dan Hang Seng merosot 1,42 persen.
Sementara itu, indeks Strait Times Singapura menguat 0,28 persen ke level 4.761,02.
Dari dalam negeri, pasar merespons rencana pemerintah memangkas target produksi mineral dan batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya Tahun 2026 untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memulihkan harga mineral dan batu bara yang sempat tertekan akibat kelebihan pasokan serta berpotensi memberikan dampak positif terhadap saham-saham terkait.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








