Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Targetkan Serap 3 Juta Ton Beras pada Semester Pertama 2026 untuk Jaga Stabilitas Harga

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bulog Targetkan Serap 3 Juta Ton Beras pada Semester Pertama 2026 untuk Jaga Stabilitas Harga
Foto: (Sumber: Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjawab pertanyaan awak media usai di sela memimpin Rapat Kerja Nasional bersama seluruh jajaran bertajuk Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta, Minggu (11/1/2026). ANTARA/Harianto.)

Pantau - Perum Bulog menargetkan penyerapan beras pada semester pertama 2026 mencapai 3 juta ton sebagai upaya menjaga stabilitas harga, meningkatkan serapan hasil petani, dan mendukung keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Target tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat menjawab pertanyaan awak media di sela Rapat Kerja Nasional Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 di Jakarta.

Pemerintah secara keseluruhan menargetkan penyerapan gabah petani setara beras sepanjang tahun 2026 sebesar 4 juta ton untuk memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah.

Dari total target tersebut, sebanyak 3 juta ton diupayakan terserap pada semester pertama 2026, sementara 1 juta ton sisanya akan dipenuhi pada semester kedua.

Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa fokus penyerapan sejak awal tahun dinilai strategis karena puncak panen gabah secara historis terjadi pada semester pertama.

Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa produksi gabah pada semester kedua biasanya menurun sekitar 30 hingga 40 persen dibanding semester pertama.

Penurunan produksi tersebut dipengaruhi faktor cuaca, khususnya curah hujan tinggi yang terjadi secara musiman dan berulang setiap tahun.

Berdasarkan kondisi tersebut, Bulog memfokuskan strategi penyerapan beras sejak awal tahun untuk mengamankan target nasional.

Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, "Pada semester kedua produksi biasanya turun sekitar 30 hingga 40 persen dari semester pertama karena faktor hujan yang membuat proses panen tidak optimal," ungkapnya.

Bulog optimistis target penyerapan dapat tercapai karena didukung pengalaman historis masa panen, kesiapan operasional, serta koordinasi lintas pemangku kepentingan.

Optimisme tersebut juga diperkuat oleh hasil riset dan kesiapan di lapangan selama musim panen berjalan tanpa gangguan cuaca ekstrem.

Bulog menegaskan kesiapan menyerap gabah dan beras petani dengan berbagai kualitas selama memenuhi usia panen.

Penyerapan dilakukan untuk memastikan mutu hasil tetap terjaga serta tidak merugikan petani maupun konsumen.

Harga pembelian gabah oleh Bulog ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Bulog mengingatkan bahwa panen gabah yang belum cukup umur berisiko menghasilkan beras yang mudah pecah.

Gabah yang dipanen terlalu dini dapat menurunkan kualitas beras dan berdampak pada nilai jual.

Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, "Gabah yang sudah matang saja yang dipanen karena jika dipanen sebelum matang maka hasilnya tidak optimal," ujarnya.

Bulog berharap dukungan penyuluh pertanian lapangan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk mendampingi petani agar disiplin memanen sesuai usia panen.

Pendampingan tersebut diharapkan mendukung kualitas hasil panen, serapan gabah, dan keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Stok Cadangan Beras Pemerintah pada awal tahun 2026 tercatat mencapai lebih dari 3,2 juta ton yang merupakan beras peralihan dari tahun 2025 ke 2026.

Seluruh stok Cadangan Beras Pemerintah tersebut saat ini tersimpan dengan aman di gudang-gudang milik BUMN pangan Bulog.

Penulis :
Ahmad Yusuf