Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Proyeksi Tokocrypto: Pasar Kripto Indonesia Siap Tumbuh Signifikan pada 2026

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Proyeksi Tokocrypto: Pasar Kripto Indonesia Siap Tumbuh Signifikan pada 2026
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Warga mengamati pergerakan harga mata uang kripto Bitcoin (BTC) di Semarang, Jawa Tengah, Senin (13/10/2025). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/bar..)

Pantau - Tokocrypto memproyeksikan bahwa 2026 akan menjadi titik balik bagi pasar kripto Indonesia, setelah melewati fase konsolidasi pada 2025. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengungkapkan bahwa meskipun penetrasi investor kripto di Indonesia masih tergolong rendah, sekitar 7%, pasar kripto Indonesia telah berkembang menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Proyeksi Jumlah Investor Kripto

Dalam skenario optimistis, Tokocrypto memperkirakan jumlah investor kripto di Indonesia akan bertambah sekitar 7-8 juta orang pada 2026, sehingga totalnya bisa mencapai 26-27 juta investor. Skenario moderat memperkirakan penambahan sekitar 4-5 juta investor, dengan total mencapai 23-24 juta.

Potensi Pertumbuhan Pasar Kripto

Tokocrypto juga memperkirakan bahwa jika pasar global lebih kondusif, minat terhadap aset berisiko seperti kripto akan meningkat, yang bisa mempercepat adopsi kripto di Indonesia. Meskipun nilai transaksi kripto di Indonesia mengalami penurunan pada 2025, dengan total mencapai Rp482,23 triliun (lebih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai Rp650,61 triliun), Tokocrypto tetap optimistis bahwa 2026 akan menjadi tahun pemulihan, dengan peningkatan nilai transaksi.

Pasar Kripto yang Lebih Matang

Sepanjang 2025, Tokocrypto mencatat adanya tanda-tanda pendewasaan pasar kripto Indonesia. Aktivitas pasar tidak lagi didorong oleh euforia, melainkan lebih kepada konsolidasi dan likuiditas yang terjaga. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa hingga November 2025, jumlah investor aset kripto di Indonesia mencapai 19,56 juta orang, meningkat 2,5% dibandingkan bulan Oktober 2025.

Demografi Investor dan Pengaruh Platform Digital

Calvin Kizana menegaskan bahwa pasar kripto Indonesia kini telah lebih matang, dengan investor yang lebih selektif, ekosistem yang lebih tertib, dan regulasi yang semakin memperkuat kepercayaan pasar. Demografi investor kripto di Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 80% investor berada pada rentang usia 18-34 tahun. Adopsi kripto banyak dipengaruhi oleh platform digital seperti TikTok, Telegram, dan X, yang semakin mempopulerkan investasi kripto di kalangan generasi muda.

Regulasi dan Fokus Jangka Panjang

Dari sisi regulasi, Tokocrypto menilai bahwa 2025 adalah periode transisi menuju regulasi yang lebih jelas, dengan pengakuan blockchain sebagai bisnis yang memperkuat kepercayaan pasar. Ke depan, Tokocrypto berfokus pada peningkatan kualitas pengguna, edukasi, keamanan, dan keberlanjutan ekosistem agar pertumbuhan pasar kripto Indonesia tetap terjaga dalam jangka panjang.

Penulis :
Aditya Yohan