
Pantau - Peneliti Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Dradjad Wibowo, menyatakan bahwa kehadiran Danantara Indonesia dalam World Economic Forum (WEF) 2026 menjadi angin segar bagi masa depan ekonomi nasional.
WEF Dinilai Momentum Strategis Pulihkan Kepercayaan Global
Menurut Dradjad, WEF merupakan forum strategis berskala global yang sangat relevan untuk diikuti oleh Indonesia karena dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dalam bidang keuangan, investasi, bisnis, dan inovasi dunia.
"Tampilnya kembali Indonesia di forum ini memberikan angin segar buat kemajuan ekonomi Indonesia. Itu forum tepat, para tokoh dan orang kuat di jaringan keuangan, investasi, bisnis, dan inovasi hadir di sana", ungkap Dradjad.
Partisipasi ini menjadi penting karena Indonesia telah absen selama satu dekade dalam forum tersebut.
Terakhir kali presiden Indonesia hadir di WEF adalah Susilo Bambang Yudhoyono pada 2011.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri WEF 2026 yang digelar di Davos, Swiss, pada 19–23 Januari 2026.
Ia akan hadir bersama CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, serta sejumlah menteri, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Forum tahun ini mengusung tema “A Spirit of Dialogue”, yang menurut Dradjad menjadi ruang ideal bagi Indonesia untuk memperkenalkan kembali arah kebijakan ekonominya.
Danantara Didorong Tunjukkan Peran Strategis SWF Indonesia
Dradjad menilai kehadiran Danantara sebagai sovereign wealth fund (SWF) Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjelaskan langsung kepada komunitas global mengenai kebijakan dan ekosistem investasi nasional.
Salah satu keunggulan Danantara adalah kemampuannya mengelola modal negara yang mencapai 1 triliun dolar AS.
"Ujungnya membangun confidence, kepercayaan para investor global untuk masuk ke Indonesia", ujar Dradjad.
Ia menekankan bahwa para investor global perlu mendapatkan kejelasan tentang arah iklim bisnis yang ingin dibangun pemerintah Indonesia melalui keberadaan Danantara.
"Para raksasa dunia itu harus jelas, iklim bisnis apa yang mau kita bangun dengan SWF Indonesia ini", tambahnya.
Dradjad juga mengingatkan bahwa setelah WEF usai, seluruh aspek pendukung ekosistem investasi harus dipersiapkan secara matang agar kunjungan lanjutan dan riset para investor dapat membuahkan hasil positif.
Managing Director Global Relations and Governance Danantara Indonesia, Mohamad Al-Arief, menyebut bahwa partisipasi Danantara di WEF menjadi langkah penting untuk memperkenalkan lembaga secara institusional kepada komunitas global.
"Kehadiran kami di sini sekaligus juga memperkenalkan secara institusi. Kita juga memerlukan badan pengelolaan investasi strategis nasional dengan tata kelola yang baik, dan kita bersiap sedia untuk menjadi mitra dari mitra-mitra global yang ada nanti", tegas Al-Arief.
Ia menambahkan bahwa WEF merupakan ruang strategis untuk menjembatani kepentingan nasional dengan akses ke modal global, guna memperkuat pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan







