Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

KKP Fasilitasi Tarif Nol Persen Ekspor Tuna ke Jepang, Dorong Indonesia Jadi Pemasok Utama

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

KKP Fasilitasi Tarif Nol Persen Ekspor Tuna ke Jepang, Dorong Indonesia Jadi Pemasok Utama
Foto: (Sumber: Seorang pekerja sedang membersihkan ikan tuna di salah satu unit pengolahan ikan (UPI). ANTARA/HO-Ditjen PDS KKP/aa.)

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan siap memfasilitasi Unit Pengolahan Ikan (UPI) untuk memperoleh tarif nol persen dalam ekspor produk olahan tuna, cakalang, dan tongkol ke Jepang, menyusul perubahan dalam skema Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).

Plt Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDS) KKP, Machmud, menyampaikan hal ini di Jakarta pada Minggu, 18 Januari 2026.

Dalam protokol perubahan IJEPA, empat pos tarif produk olahan tuna dan cakalang dihapus, termasuk tarif ekspor 9,6 persen yang sebelumnya dikenakan Jepang untuk produk kaleng dan non-kaleng.

"Dengan tarif nol persen, ekspor tuna-cakalang kita bisa lebih berdaya saing dan kami optimistis Indonesia bisa menjadi nomor satu di Jepang," ungkap Machmud.

Kode Produk dan Mekanisme Pengajuan Registrasi

Produk olahan tuna dan cakalang yang dimaksud termasuk dalam kode Harmonized System (HS) Jepang 1604.14.091 dan 1604.14.099.

Hanya UPI yang terdaftar di KKP yang dapat mengekspor produk dengan kode HS tersebut dan memanfaatkan fasilitas tarif nol persen.

KKP akan menerbitkan Surat Edaran Menteri yang berisi tata cara pengajuan nomor registrasi nol persen.

Direktur Pemasaran Ditjen PDS KKP, Erwin, menjelaskan bahwa pengajuan registrasi tahap pertama dapat dikirim ke email [email protected] paling lambat 26 Januari 2026.

Peningkatan Daya Saing dan Optimisme Ekspor

Data KKP mencatat bahwa produk tuna kaleng dan olahan Indonesia berada di peringkat ketiga di Jepang dengan nilai ekspor sebesar 30,28 juta dolar AS dan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 13,82 persen—lebih tinggi dari Thailand (12,12 persen) dan Filipina (6,31 persen).

Tuna dan cakalang sendiri merupakan komoditas ekspor peringkat kedua dari sektor kelautan Indonesia, dengan pangsa pasar sebesar 17 persen.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa ekspor ke Jepang berpotensi meningkat signifikan, bahkan meluas ke Singapura dan negara lainnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembangunan fasilitas gudang pendingin untuk menjaga mutu, meningkatkan daya saing, dan memperluas jangkauan pasar ekspor Indonesia.

Penulis :
Gerry Eka