Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Prabowo Dorong Kerja Sama Maritim dengan Inggris, Tekankan Pentingnya Ekonomi Biru Indonesia

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Prabowo Dorong Kerja Sama Maritim dengan Inggris, Tekankan Pentingnya Ekonomi Biru Indonesia
Foto: (Sumber: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto (dua kiri) dan Menteri Koordinator untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris Peter Kyle (dua kanan) menandatangani Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia-Inggris di London, Inggris, Senin (19/1/2026) ANTARA/HO-Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia..)

Pantau - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kerja sama maritim antara Indonesia dan Inggris sebagai bagian vital dalam pembangunan ekonomi maritim nasional saat bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengungkap bahwa Indonesia telah menjalin komunikasi dengan Babcock, galangan kapal asal Inggris, yang direncanakan menjadi mitra dalam pengadaan 1.000 kapal tangkap ikan untuk nelayan Indonesia.

Dorongan terhadap Ekonomi Biru Indonesia

Pernyataan Prabowo dinilai menarik karena menyoroti laut sebagai pusat ekonomi nasional, sebuah pendekatan yang selama ini kurang mendapat perhatian utama.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali pentingnya pembangunan ekonomi biru di Indonesia.

Banyak yang mengira ekonomi biru hanya sebatas pada aktivitas penangkapan ikan.

Padahal, ekonomi biru mencakup keseluruhan rantai nilai setelah ikan ditangkap, mulai dari proses pembersihan, penyimpanan, pengolahan, hingga pemasaran.

Ikan mentah yang dijual langsung dari pelabuhan cenderung memiliki nilai jual rendah.

Namun, jika ikan tersebut diolah melalui proses fillet, pengasapan, pembekuan, atau dikemas secara baik, maka nilai jualnya meningkat signifikan.

Penyimpanan yang memadai juga memungkinkan nelayan tidak menjual ikan secara tergesa-gesa dengan harga murah, sementara strategi pemasaran yang rapi membuka akses ke pasar hotel, ritel modern, hingga ekspor.

Dengan demikian, nilai tambah ekonomi bukan hanya berasal dari tangkapan, tetapi dari proses hilirisasinya.

Peluang dan Tantangan Kerja Sama Indonesia–Inggris

Kerja sama Indonesia dan Inggris dalam sektor maritim memiliki potensi besar jika dikelola secara strategis.

Inggris memiliki kekuatan dalam teknologi dan industri maritim, sementara Indonesia unggul dalam kekayaan sumber daya laut.

Pertemuan kepentingan kedua negara bisa melahirkan kerja sama yang produktif, tetapi juga menyimpan risiko jika tidak ditopang oleh kebijakan yang tepat.

Keberhasilan kerja sama akan bergantung pada desain kebijakan yang menyeluruh dan terintegrasi.

Ekonomi biru menuntut tata kelola yang tidak hanya fokus pada aspek produksi, namun juga pada sistem distribusi dan pengawasan.

Tanpa pengelolaan yang baik, laut dikhawatirkan hanya menjadi ladang eksploitasi baru, bukan sumber kemakmuran berkelanjutan.

Penulis :
Aditya Yohan