Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Indonesia dan Inggris Perkuat Kolaborasi Riset Kesehatan untuk Dorong Hilirisasi Inovasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia dan Inggris Perkuat Kolaborasi Riset Kesehatan untuk Dorong Hilirisasi Inovasi
Foto: (Sumber : Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman dalam Indonesia-United Kingdom (UK) Research Translation Forum 2026 di Jakarta, Rabu (4/6/2026). ANTARA/HO-Kemdiktisaintek.)

Pantau - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong kolaborasi antara Indonesia dan Inggris dalam bidang riset kesehatan yang berfokus pada penelitian siap hilirisasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menegaskan pemerintah saat ini memprioritaskan pendekatan riset berbasis tantangan yang melibatkan berbagai disiplin ilmu.

"Sekarang kita berfokus pada riset berbasis tantangan. Kita ingin riset bersifat multidisipliner dengan menerapkan kerangka kerja kolaborasi antara berbagai kemitraan dan juga institusi. Inilah alasan mengapa kami ingin mendorong Indonesia dalam kolaborasi ini, sehingga kita dapat meningkatkan daya saing nasional melalui upaya peningkatan kualitas riset," kata Fauzan Adziman.

Ia menambahkan bahwa kemitraan strategis dengan berbagai institusi di Inggris membuka peluang besar dalam penguatan kapasitas peneliti.

Kerja sama tersebut juga memungkinkan terjadinya transfer teknologi serta pengembangan model pendanaan riset berbasis kolaborasi internasional.

"Melalui program ini, kami merancang strategi ini untuk menyelesaikan permasalahan utama yang paling penting dan dibutuhkan oleh negara. Sebagai contoh, strategi tersebut dapat berupa peningkatan kondisi layanan kesehatan di Indonesia, dan dengan bekerja sama secara mandiri maupun bersama mitra internasional. Dengan menjalankan program strategis ini, riset kita menjadi semakin berdampak," ujar Fauzan Adziman.

Kemitraan Global untuk Inovasi Kesehatan

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalucia menegaskan Indonesia memiliki posisi strategis dalam kemitraan global di bidang inovasi kesehatan.

Ia menilai Indonesia memiliki urgensi yang dipengaruhi tekanan kesehatan dan ekonomi sekaligus kapasitas ilmiah yang besar.

Menurutnya, kapasitas tersebut didukung oleh skala klinis yang luas serta reformasi regulasi yang sedang berlangsung.

"Dalam konteks ini Indonesia dan Inggris bukan sekadar kolaborator, melainkan mitra yang saling melengkapi di sepanjang spektrum transnasional. Dengan menyelaraskan kekuatan kita pada tahap TRL atau Tingkat Kesiapterapan Teknologi spesifik, kita dapat melakukan pengembangan bersama, validasi bersama, dan penyampaian bersama inovasi kesehatan yang kokoh secara ilmiah, layak secara komersial, dan berdampak secara sosial," kata Lucia Rizka Andalucia.

Kolaborasi Manfaatkan Kekuatan Masing-Masing Negara

Peneliti Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional Reza Yuridian Purwoko menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara Indonesia dan Inggris.

Menurut Reza, kerja sama tersebut memanfaatkan kekuatan yang dimiliki masing-masing negara dalam pengembangan inovasi kesehatan.

Ia menjelaskan Inggris memiliki keunggulan dalam penyampaian riset klinis yang matang serta jalur adopsi inovasi yang kuat.

Sementara itu Indonesia memiliki keuntungan komparatif berupa populasi yang besar dan beragam.

Indonesia juga memiliki kebutuhan kesehatan yang mendesak serta kekayaan biodiversitas yang melimpah sebagai sumber riset.

"Fokus utama kolaborasi kita berada pada fase TRL atau Tingkat Kesiapterapan Teknologi 4 hingga 6, yang mencakup validasi, uji coba, hingga peningkatan skala," ucap Reza Yuridian Purwoko.

Penulis :
Ahmad Yusuf