
Pantau - Anggota Komisi VI DPR RI, Sturman Panjaitan, mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Batam hingga Triwulan III 2025 yang mencapai 6,89 persen secara tahunan (year-on-year), namun menegaskan bahwa pertumbuhan tersebut harus sejalan dengan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak Nyata
Sturman menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti tanpa peningkatan lapangan pekerjaan.
"Pertumbuhan ekonomi kalau tidak meningkatkan lapangan pekerjaan, apa artinya? Setiap satu persen pertumbuhan ekonomi itu bisa menambah ribuan lapangan pekerjaan," ungkapnya.
Ia menyoroti pentingnya kebijakan yang mendorong investasi dan penyerapan tenaga kerja agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi Batam yang diperkirakan mencapai lebih dari 7 persen, bahkan hingga 11 persen pada 2029, harus dibarengi dengan kebijakan penciptaan lapangan kerja yang memadai.
"Kami mendukung supaya aktivitas ekonomi lebih efektif, dunia usaha semakin bergairah, dan harga-harga tetap terjangkau bagi masyarakat," ia mengungkapkan.
Optimalisasi Lahan dan Investasi
Sturman juga menyoroti perlunya pemberdayaan masyarakat dan optimalisasi pemanfaatan lahan yang belum termanfaatkan secara maksimal.
Menurutnya, banyak lahan tidur di Batam yang bisa menjadi penggerak investasi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
"Jangan sampai banyak lahan tidur. Kalau tidak diefektifkan dan diefisienkan penggunaannya, tidak akan menghasilkan apa-apa," tegasnya.
Ia meyakini bahwa optimalisasi lahan serta peningkatan investasi akan meningkatkan kinerja ekonomi Batam dan berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Kami di Komisi VI men-support agar investasi di Batam terus meningkat, kinerja ekonomi semakin baik, dan ujungnya berdampak pada kesejahteraan rakyat," ujarnya.
- Penulis :
- Gerry Eka







