
Pantau - PT Jamkrida Papua (Perseroda) mencatatkan total aset sebesar Rp85,68 miliar per 31 Desember 2025 (unaudited), naik dari Rp77,86 miliar pada akhir 2024, mencerminkan kinerja keuangan yang membaik dan penguatan aktivitas penjaminan di wilayah Papua.
Aset Lancar Naik Signifikan, Laba Tumbuh Lebih dari 150 Persen
Direktur Utama Jamkrida Papua, Desty Pongsikabe, menyampaikan bahwa peningkatan aset menunjukkan penguatan permodalan perusahaan dan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap layanan penjaminan mereka.
“Total aset kami akhir 2025 mencapai Rp85,68 miliar, naik sekitar Rp7,81 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, dan ini menunjukkan kondisi keuangan kami semakin solid,” ungkap Desty.
Pertumbuhan aset terutama berasal dari kenaikan aset lancar, yang naik dari Rp45,06 miliar pada 2024 menjadi Rp55,22 miliar pada 2025.
Kenaikan ini didorong oleh lonjakan kas dan setara kas dari Rp544,28 juta menjadi Rp2,82 miliar serta investasi lancar yang naik dari Rp44,36 miliar menjadi Rp51,47 miliar.
Komponen lainnya yang turut menyumbang pada aset lancar antara lain piutang co-guarantee sebesar Rp512 ribu dan pendapatan yang masih harus diterima senilai Rp110 juta.
Sementara itu, aset tidak lancar tercatat turun dari Rp32,80 miliar pada 2024 menjadi Rp30,45 miliar pada 2025, terdiri dari:
- Investasi tidak lancar: Rp13,05 miliar
- Penyertaan modal: Rp8,14 miliar
- Aset tetap: Rp9,12 miliar
- Aset tidak lancar lainnya: Rp128,63 juta
Dari sisi ekuitas, total ekuitas naik menjadi Rp79,24 miliar pada 2025 dari sebelumnya Rp75,81 miliar di 2024.
Kenaikan ini didorong oleh lonjakan laba tahun berjalan yang mencapai Rp4,89 miliar, tumbuh lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp1,95 miliar pada tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan laba ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan usaha Jamkrida Papua, sekaligus memperkuat kemampuan kami dalam mendukung pembiayaan UMKM dan pelaku usaha lokal,” ujar Desty.
Ekspansi ke Papua Barat dan Wilayah Lain, Optimistis Hadapi 2026
Desty menjelaskan bahwa di tengah keterbatasan fiskal daerah, Jamkrida Papua terus berinovasi dan memperluas jangkauan layanan penjaminannya hingga ke Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Merauke.
“Kami optimistis tren pertumbuhan aset dan kinerja keuangan ini akan terus berlanjut pada 2026, seiring dengan ekspansi layanan penjaminan dan penguatan kerja sama dengan perbankan serta pemerintah daerah di Papua,” tegasnya.
Pertumbuhan kinerja ini dinilai akan memperkuat peran Jamkrida Papua dalam ekosistem pembiayaan daerah, khususnya untuk mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah timur Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







