
Pantau - Capt. Andy Dahananto, pilot pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dikenang sebagai sosok pilot senior dengan dedikasi dan loyalitas tinggi terhadap profesi hingga akhir hayatnya.
Sosok Menyenangkan dan Setia pada Profesi Sejak Lulus Sekolah Penerbangan
"Luar biasa, beliau (Andy Dahananto) orang yang sangat loyal terhadap profesi dan instansi. Beliau orang yang punya dedikasi dan loyalitas yang luar biasa," ujar Capt. Djarot Harnanto, sahabat almarhum, mengenang sosok Andy.
Keduanya pertama kali bertemu saat menempuh pendidikan di Juanda Flying School pada 1985–1987.
Mereka satu angkatan, bahkan satu kamar di asrama, dan menjalin persahabatan yang sangat dekat.
Capt. Djarot menggambarkan almarhum sebagai pribadi humoris, menyenangkan, pintar, dan santun terhadap semua orang.
"Mendiang Andy Dahananto adalah sosok figur orang yang menyenangkan. Dia terkesan humoris, lucu, smart dan sangat santun orangnya," ungkapnya.
Setelah lulus, Andy langsung bergabung dengan Indonesia Air Transport (IAT) dan tak pernah berpindah perusahaan sepanjang kariernya.
"Contoh, setelah lulus tahun itu sampai sekarang beliau tidak pernah pindah-pindah. Jadi sangat luar biasa, makanya menurut saya salah satu posisi yang sangat pantas," tambah Djarot.
Kenangan Terakhir dan Doa untuk Sang Sahabat
Djarot juga berbagi kenangan masa muda mereka, termasuk kejadian lucu saat ia mengisi botol shampo Andy dengan kecap karena Andy sering meminjam shampo miliknya.
"Jadi intinya kami berdua bersahabat itu saling bercanda saja. Sampai sudah tua juga begitu. Karena beliau sosok figur yang saya tidak pernah ada seumur-umur hidup saya," tuturnya.
Beberapa minggu sebelum kecelakaan, mereka sempat melakukan panggilan video dalam grup percakapan dan bertukar informasi seputar dunia penerbangan.
"Beberapa minggu sebelumnya, kami satu grup itu memang sedikit lumayan aktif. Tapi Insya Allah, beliau gugur saat menjalankan tugas," kata Djarot.
Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan, serta mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
"Karena saya yakin alam sudah mempersiapkan semuanya. Saya bilang sebetulnya adalah happy ending untuk almarhum," ujarnya.
Sebelumnya, Tim SAR gabungan menemukan jasad Capt. Andy Dahananto bersama sembilan korban lainnya dari kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Jenazah Capt. Andy diterbangkan dari Makassar pada Sabtu, 24 Januari 2026 pukul 21.30 WIT dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada malam hari.
Jenazah kemudian diserahkan ke pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka di Perumahan PWS Tigaraksa, RW/RT 03/06, Desa Margasari, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten.
Almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ranca Sadang, Desa Sodong, pada Minggu siang.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Tria Dianti







