Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Anjlok 7,35 Persen Imbas Panic Selling Usai Pengumuman MSCI, Seluruh Sektor Terkoreksi Tajam

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Anjlok 7,35 Persen Imbas Panic Selling Usai Pengumuman MSCI, Seluruh Sektor Terkoreksi Tajam
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan hari ini, turun 659,67 poin atau 7,35 persen ke level 8.320,55, akibat reaksi emosional pasar dan aksi panic selling setelah pengumuman review dan rebalancing oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

IHSG tertekan sejak awal perdagangan dan tidak pernah meninggalkan zona merah hingga penutupan sesi kedua.

Kondisi ini turut menyeret indeks LQ45 yang juga turun sebesar 63,58 poin atau 7,26 persen ke posisi 812,53.

Reaksi Emosional Pasar Akibat Pengumuman MSCI

Pengumuman MSCI yang tidak memberikan tambahan bobot maupun rebalancing terhadap saham-saham Indonesia dinilai menjadi pemicu awal tekanan pasar.

"Pengumuman MSCI yang tidak memberikan tambahan bobot maupun rebalancing bagi saham Indonesia menjadi pemicu awal tekanan pasar, namun penurunan IHSG hingga memicu trading halt lebih mencerminkan reaksi emosional dan aksi panic selling jangka pendek," ungkap analis pasar Reydi Octa.

Meski demikian, Reydi menegaskan bahwa secara fundamental, tidak ada perubahan signifikan pada kondisi ekonomi domestik maupun kinerja emiten besar yang bisa menjadi alasan rasional di balik pelemahan drastis IHSG.

"Pembekuan perubahan bobot/rebalancing MSCI pada Februari 2025, menurut saya justru dapat menahan arus dana pasif keluar dari IHSG," ia mengungkapkan.

Seluruh Sektor Terkoreksi, Energi Paling Dalam

Pelemahan IHSG hari ini diikuti oleh penurunan seluruh sektor dalam Indeks Sektoral IDX-IC.

Sektor energi menjadi sektor dengan pelemahan terdalam yakni 9,57 persen, disusul sektor barang baku yang turun 7,88 persen, serta sektor industri yang terkoreksi 6,19 persen.

Meski mayoritas saham mengalami penurunan, sejumlah saham mencatatkan penguatan terbesar, yakni WAPO, STAR, BOGA, BALI, dan NICK.

Di sisi lain, saham-saham yang mengalami pelemahan paling tajam antara lain CDIA, DFAM, ZATA, RAJA, dan RATU.

Aktivitas Perdagangan dan Bursa Asia

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 3.990.871 kali transaksi dengan volume saham yang diperdagangkan mencapai 60,86 miliar lembar saham dan total nilai transaksi sebesar Rp45,50 triliun.

Sebanyak 37 saham tercatat mengalami kenaikan, 753 saham melemah, dan 16 saham stagnan.

Sementara itu, bursa saham regional Asia ditutup bervariasi.

Indeks Nikkei Jepang menguat tipis 25,19 poin atau 0,05 persen ke posisi 53.358,69.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 699,96 poin atau 2,58 persen ke level 27.826,91.

Indeks Shanghai juga menguat 11,34 poin atau 0,27 persen ke posisi 4.151,24.

Namun, indeks Straits Times Singapura melemah 13,68 poin atau 0,28 persen ke posisi 4.909,33.

Penulis :
Arian Mesa