
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan kembali mengalami penghentian sementara perdagangan atau trading halt untuk kedua kalinya setelah anjlok tajam pada perdagangan Kamis pagi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi tersebut hanya merupakan efek kejut atau shock sementara yang terjadi di pasar saham.
Ia memperkirakan tekanan pasar hanya akan berlangsung singkat sekitar dua hingga tiga hari ke depan.
Menurut Purbaya, gejolak IHSG tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya masih kuat.
PT Bursa Efek Indonesia menghentikan perdagangan pada Kamis pukul 09.26 WIB setelah IHSG anjlok hingga 8 persen.
IHSG tercatat sempat turun 665,89 poin ke level 7.654,66 sebelum perdagangan dihentikan sementara.
Sesuai ketentuan BEI, perdagangan kembali dibuka pada pukul 09.56 WIB.
Purbaya menjelaskan penurunan tajam tersebut banyak terjadi pada saham-saham spekulatif atau yang dikenal sebagai “saham gorengan”.
Sementara itu, saham-saham berkapitalisasi besar atau blue chip dinilai masih relatif aman di tengah tekanan pasar.
Tekanan pasar juga dipengaruhi oleh sentimen evaluasi indeks oleh MSCI terkait transparansi bursa Indonesia.
Catatan dari MSCI tersebut akan ditindaklanjuti oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai bagian dari penguatan tata kelola pasar.
Meski terjadi trading halt sebanyak dua kali, Menteri Keuangan tetap optimistis pergerakan IHSG akan kembali menguat.
Purbaya bahkan menargetkan IHSG dapat menembus level 10.000 pada akhir 2026.
Ia mengimbau para pelaku pasar agar tidak panik dalam merespons dinamika jangka pendek di pasar saham.
Pernyataan tersebut disampaikan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







