Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Dukung Film Rose Pandanwangi sebagai Sarana Diplomasi Budaya Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Dukung Film Rose Pandanwangi sebagai Sarana Diplomasi Budaya Indonesia
Foto: (Sumber: Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, meninjau lokasi syuting Film Rose Pandanwangi di Gedung AA Maramis, Jakarta pada Selasa (27/01/2026) (ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif).)

Pantau - Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif atau Badan Ekonomi Kreatif mendukung produksi film Rose Pandanwangi sebagai jembatan diplomasi budaya sekaligus penguatan subsektor film, animasi, dan video Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya meninjau langsung lokasi syuting film Rose Pandanwangi di Gedung AA Maramis, Jakarta, pada Selasa, 27 Januari 2026.

Teuku Riefky Harsya menyatakan dukungan pemerintah mencakup penguatan proses kreatif berkelanjutan dalam produksi film nasional.

Teuku Riefky Harsya menyampaikan “Kolaborasi lintas negara dari film Rose Pandanwangi dapat dipromosikan sebagai bagian dari diplomasi budaya Indonesia dan memperkenalkan warisan seni serta sejarah ke pasar global,” ungkapnya.

Menteri Ekraf menyaksikan langsung sinergi antara sutradara dan talenta kreatif dalam proses syuting film tersebut.

Film Rose Pandanwangi dinilai menyuguhkan pendekatan historical artistic yang kuat dan diproyeksikan sebagai film biopik yang layak dinantikan.

Teuku Riefky menekankan pentingnya penggabungan storytelling yang kuat, akurasi historis yang kreatif, serta strategi pemasaran yang masif.

Ia menegaskan film biopik merupakan soft power sekaligus sarana branding Indonesia di tingkat internasional.

Teuku Riefky Harsya menyatakan “Kolaborasi lintas sektor untuk perfilman Indonesia harus berjalan sekaligus tetap terjaga ekosistemnya. Kami juga mendukung dari sisi perizinan untuk beberapa lokasi syuting sehingga bisa memudahkan proses produksi. Sebab karya film Rose Pandanwangi akan menjadi Intellectual Property yang tak sekadar mendokumentasikan visual audio dari penyanyi seriosa legendaris saja, tetapi memberi legitimasi dan cakupan luas untuk narasi sejarah bangsa,” ujarnya.

Film Rose Pandanwangi merupakan proyek co production antara Indonesia, Filipina, Belanda, dan Prancis yang diproduksi oleh rumah produksi Summerland Films.

Summerland Films yang berdiri sejak 2017 dikenal mengangkat isu sosial melalui karya seperti Ave Maryam tahun 2018, Jakarta vs Everybody tahun 2020, dan Yohanna tahun 2024.

Produser film Rose Pandanwangi adalah Chelsea Islan, Razka Robby Ertanto, dan Kristine de Leon, dengan Razka Robby Ertanto juga bertindak sebagai sutradara.

Film ini mengangkat elemen sejarah musik seriosa Indonesia dengan tokoh utama Rose Pandanwangi sebagai penyanyi seriosa pertama Indonesia.

Sosok Rose Pandanwangi digambarkan sebagai ikon musik dan kebanggaan kultural dengan latar waktu era 1950 hingga 1969.

Film ini juga menampilkan hubungan personal Rose Pandanwangi dengan pelukis S Sudjojono.

Razka Robby Ertanto menyampaikan “Saat ini, kami sudah masuk tahap produksi hari ke-10 yang rencananya sampai tanggal 31 Januari syuting di Indonesia baru setelah itu ke Eropa,” ungkapnya.

Lokasi syuting di Jakarta meliputi Gedung AA Maramis, Museum Nasional, kawasan Kota Tua, Ancol, dan Istana Kepresidenan Bogor, serta Kota Semarang.

Film Rose Pandanwangi terpilih dalam program JAFF Future Project yang mendorong film independen masuk tahap produksi dan distribusi global.

Film ini sebelumnya diperkenalkan dalam Festival Film Cannes 2025 untuk membuka akses terhadap investor internasional.

Razka Robby Ertanto menyampaikan “Harapan bagi Film Rose Pandanwangi tentu bisa diterima dengan baik sebagai satu karya yang utuh dan tentu membanggakan Indonesia sehingga bisa dinikmati banyak orang. Kami sangat senang sekali mendapat kunjungan dari tim Kementerian Ekraf yang banyak membantu berinteraksi dan memberi support sehingga film Rose Pandanwangi bisa keliling ke festival-festival film hingga mendapat tempat rilis di layar bioskop Indonesia nanti,” katanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf