Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran 2026 Senilai Rp13 Triliun, Termasuk Diskon Transportasi dan Bansos

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Siapkan Insentif Lebaran 2026 Senilai Rp13 Triliun, Termasuk Diskon Transportasi dan Bansos
Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis 29/1/2026 (sumber: ANTARA/Bayu Saputra)

Pantau - Pemerintah menyiapkan paket insentif Ramadhan dan Idul Fitri 2026 senilai sekitar Rp13 triliun guna menjaga daya beli masyarakat serta mengantisipasi lonjakan mobilitas selama musim mudik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kebijakan ini meliputi diskon tarif transportasi, diskon tarif tol, serta bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng Minyakita.

"Kisarannya Rp13 triliun," ungkapnya.

Skema Insentif Lebaran Diperluas

Menurut Airlangga, skema dan besaran insentif Lebaran 2026 diperkirakan akan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

"Seperti sebelumnya. Kemudian mungkin jumlahnya (insentif) akan lebih banyak, akan lebih besar," ia mengungkapkan.

Pemerintah juga sedang menyiapkan tambahan insentif lainnya yang rencananya akan diumumkan dalam waktu dekat.

Diskon transportasi, salah satu bentuk insentif, sebelumnya telah diterapkan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 dan dinilai efektif dalam mendorong mobilitas masyarakat serta menjaga momentum aktivitas ekonomi nasional.

Hasil Positif Program Diskon Transportasi Nataru

Pada periode Nataru 2025–2026, realisasi program diskon transportasi melampaui target pada sejumlah moda transportasi.

Kereta api:

PT Kereta Api Indonesia memberikan diskon 30 persen untuk tiket kereta ekonomi komersial pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Diskon ini mencakup 156 kereta reguler dan 26 kereta tambahan dengan target 1,5 juta penumpang.

Realisasinya mencapai 1,7 juta penumpang atau 112,6 persen dari target.

Angkutan laut:

PT PELNI menerapkan diskon tarif 20 persen dari tarif dasar (tidak termasuk asuransi dan pas pelabuhan) selama 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026 di 25 kapal penumpang seluruh trayek.

Target sebanyak 405 ribu penumpang berhasil dicapai dengan realisasi lebih dari 406 ribu penumpang.

Penyeberangan feri:

PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon jasa pelabuhan hingga 100 persen, setara sekitar 19 persen dari tarif terpadu rata-rata.

Diskon berlaku di 16 pelabuhan dan 8 lintasan selama periode yang sama.

Realisasi mencapai sekitar 206 ribu penumpang (90,9 persen dari target) dan 465 ribu kendaraan (94,5 persen dari target).

Penerbangan:

Insentif diberikan melalui skema PPN ditanggung pemerintah untuk tiket kelas ekonomi, diskon fuel surcharge, pemotongan biaya jasa kebandarudaraan, dan perpanjangan jam operasional bandara.

Hasilnya, harga tiket pesawat turun sekitar 13–14 persen dan jumlah penumpang mencapai 3,7 juta orang atau 104,2 persen dari target 3,5 juta penumpang.

Penulis :
Leon Weldrick