Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Karawang Serap Hingga 2.500 Ton Gabah per Hari di Tengah Dampak Banjir

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bulog Karawang Serap Hingga 2.500 Ton Gabah per Hari di Tengah Dampak Banjir
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Petani memanen padi di tengah areal sawah yang terendam banjir. ANTARA/Syaiful Arif)

Pantau - Perum Bulog Kantor Cabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatat penyerapan gabah kering panen sepanjang Januari 2026 rata-rata mencapai 1.500 hingga 2.500 ton per hari yang dibeli langsung dari petani setempat.

Penyerapan Gabah Tetap Berjalan di Tengah Cuaca Ekstrem

Kepala Perum Bulog Cabang Karawang Umar Said menyampaikan penyerapan tersebut dilakukan meski wilayah Karawang dilanda cuaca ekstrem dan banjir.

"Prinsip kami, gabah petani tidak boleh ditolak selama sudah memasuki masa panen," ungkap Umar Said di Karawang, Jawa Barat, pada Sabtu.

Ia menjelaskan seluruh kualitas gabah tetap diterima selama bulir padi sudah bersih dan terpisah dari kotoran, jerami, serta benda lain.

Jika diasumsikan satu petani menjual sekitar 10 ton gabah, maka terdapat sekitar 250 petani atau titik panen yang gabahnya telah diserap Bulog Karawang setiap hari.

Sepanjang Januari 2026, total gabah kering panen yang diserap Bulog Karawang mencapai 14.041 ton.

Sekitar 80 persen gabah tersebut berasal dari petani yang areal persawahannya terdampak banjir.

Intervensi Bulog Jaga Harga Gabah Petani

Umar Said menyebut penyerapan gabah dilakukan sesuai harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.

"Harga gabah di pasar saat ini turun tajam hingga Rp2.500 sampai Rp3.000 per kilogram akibat banjir, sehingga Bulog harus hadir melindungi petani," ujarnya.

Ia menegaskan dalam kondisi harga di bawah harga pembelian pemerintah, petani berhak menahan penjualan atau menjual langsung ke Bulog tanpa melihat kualitas gabah.

Selama dua pekan terakhir, banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang akibat meluapnya Sungai Citarum, Sungai Cibeet, dan sungai besar lainnya yang dipicu tingginya intensitas hujan.

Bencana tersebut merendam ribuan rumah warga, sarana publik, serta ribuan hektare areal persawahan di berbagai wilayah Karawang.

Penulis :
Ahmad Yusuf