
Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong Integrated Terminal (IT) Tanjung Uban untuk memperkuat perannya sebagai pusat energi (energy hub) di wilayah Sumatera bagian utara dan Asia Tenggara.
Dorongan ini sejalan dengan target pemerintah untuk menghentikan impor solar pada semester II tahun 2026 dan menghentikan impor bensin pada 2027.
"Sesuai dengan target pemerintah yang akan menghentikan impor solar di semester II 2026 dan impor bensin di 2027, Pertamina harus memiliki visi ke depan dengan tujuan menjadikan IT Tanjung Uban sebagai energy hub terbesar di Asia Tenggara," ujar Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho.
Perlu Perencanaan Matang dan Optimalisasi Infrastruktur
Fathul menekankan bahwa potensi besar IT Tanjung Uban harus diiringi dengan perencanaan yang matang dan berkelanjutan untuk memastikan pelayanan penyaluran BBM semakin baik.
"Ini menjadi tantangan tersendiri bagi IT Tanjung Uban untuk memastikan distribusi BBM tetap on-time (tepat waktu). Di antaranya melalui perencanaan optimalisasi jeti (tempat sandar kapal) dan perlunya simulasi penambahan jumlah kapal akibat pendangkalan di TBBM penerima," jelasnya.
Pengembangan jangka panjang IT Tanjung Uban mencakup:
- Penguatan infrastruktur
- Kontribusi terhadap ketahanan stok BBM nasional
- Peluang kerja sama untuk mewujudkan kemandirian energi
"Juga dengan melihat rencana pengembangan dan potensi kerja sama dalam upaya mewujudkan kemandirian energi, sehingga pasokan BBM dapat dipenuhi dan tersalurkan kepada masyarakat," tambah Fathul.
Persiapan Jelang RAFI: Distribusi Harus Andal
Menjelang momen Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) 1447 H, BPH Migas juga menyoroti pentingnya kesiapan badan usaha jasa logistik BBM, khususnya Elnusa Petrofin.
Fathul meminta agar skema RAE (Regular, Alternative, Emergency) diperkuat untuk menjaga keandalan distribusi BBM, terutama di tengah ketidakpastian cuaca.
"Tolong tetap dijaga keandalan penyaluran BBM, utamanya sebentar lagi kita akan menyambut momen RAFI di tengah kondisi cuaca yang masih sulit diprediksi. Skenario RAE tetap diperkuat," tegasnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







