
Pantau - Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Indra, menegaskan bahwa kebijakan ketenagakerjaan nasional saat ini mengusung paradigma baru yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kemajuan industri dan kesejahteraan pekerja.
Paradigma baru ini berpijak pada tagline Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, yaitu "maju industrinya, sejahtera pekerjanya".
"Kemajuan industri harus selalu diiringi dengan kesejahteraan para pekerjanya," ungkapnya dalam pernyataan resmi.
Tantangan Kompleks dalam Dunia Ketenagakerjaan
Indra mengakui bahwa tugas Kementerian Ketenagakerjaan sangat kompleks, terutama karena jumlah angkatan kerja di Indonesia mencapai sekitar 146 juta orang.
Ia menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi kementerian mencakup persoalan administratif hingga isu substantif, seperti kompetensi tenaga kerja dan keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia industri.
Menurutnya, perlu ada penataan terhadap kompetensi serta relasi antara pendidikan dan industri agar lulusan dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja secara optimal.
Berbagai Inisiatif dan Perubahan Paradigma
Dalam satu tahun kepemimpinan Menteri Yassierli, Kementerian Ketenagakerjaan telah mengimplementasikan sejumlah kebijakan penting.
Beberapa di antaranya mencakup kebijakan pengupahan yang lebih baik, pembinaan hubungan industrial yang harmonis dan transformatif, serta penguatan penegakan hukum di bidang ketenagakerjaan.
Selain itu, upaya pembudayaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dilakukan secara masif dan sistemik untuk menjamin lingkungan kerja yang aman.
Program pemagangan nasional bagi lulusan baru juga diluncurkan, dengan uang saku yang disesuaikan dengan upah minimum.
Kementerian turut mengembangkan berbagai program pelatihan seperti skilling, upskilling, dan re-skilling guna meningkatkan daya saing tenaga kerja nasional.
Reformasi birokrasi pun dijalankan untuk menciptakan sistem birokrasi yang bersih, profesional, dan akuntabel.
Dengan semangat meaningful participation, Menteri Yassierli memposisikan Kemnaker sebagai rumah bersama bagi buruh, pengusaha, dan masyarakat luas.
Indra menambahkan bahwa Menteri Yassierli secara langsung mendengarkan aspirasi dan memahami sudut pandang serikat buruh, serikat pekerja, serta pemangku kepentingan lainnya dalam setiap audiensi yang dilakukan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf







