Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Anggota DPR Soroti Penurunan Anggaran Kebencanaan 2026, Peringatkan Risiko Akibat Perubahan Iklim

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Anggota DPR Soroti Penurunan Anggaran Kebencanaan 2026, Peringatkan Risiko Akibat Perubahan Iklim
Foto: (Sumber: Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana. ANTARA/HO-Komisi VIII DPR RI.)

Pantau - Anggota Komisi VIII DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, mengingatkan pemerintah untuk lebih waspada terhadap dampak perubahan iklim dan pemanasan global yang kian meningkatkan risiko bencana di Indonesia.

"Kami melihat adanya fenomena pemanasan global, negara kita dikepung oleh adanya siklon yang dulu tidak ada," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Ketut: Negara Harus Hadir Secara Nyata dalam Penanganan Bencana

Ketut menekankan bahwa perubahan iklim membuat Indonesia semakin rentan terhadap berbagai jenis bencana alam.

Ia mengingatkan agar negara tidak abai dan harus hadir secara nyata dalam upaya penanganan maupun pencegahan.

Ketut menyuarakan kekhawatirannya terkait keterbatasan anggaran yang dinilai akan menghambat kemampuan pemerintah dalam memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana.

"Jangan sampai nanti kejadian-kejadian di Sumatera itu, mereka itu banyak hal-hal yang dilakukan, kita tidak bisa menolong hanya karena diselamatkan dengan sendirinya, bukan intervensi dari pemerintah," tegasnya.

Anggaran Turun Drastis, Beban Bencana Meningkat

Ia secara khusus meminta pemerintah, terutama melalui Kementerian Sosial (Kemensos), untuk meninjau kembali kebijakan pemangkasan anggaran kebencanaan pada tahun 2026.

Ketut menilai bahwa penurunan anggaran tersebut berpotensi melemahkan kapasitas negara dalam melakukan intervensi darurat.

"Saya nggak kebayang dengan anggaran yang sangat terbatas pada 2026, anggaran kebencanaan dari Rp519 miliar menjadi Rp179 miliar," ungkapnya.

Ia juga menyoroti masih adanya beban utang anggaran kebencanaan yang belum terselesaikan, yang menambah tantangan dalam penanganan bencana.

"Kita tahu kapasitas dan kuantitas bencana itu makin meningkat. Dan disampaikan di sini ada sekitar hampir Rp1,4 triliun yang masih mengutang," jelasnya.

Dengan kondisi iklim yang kian ekstrem dan frekuensi bencana yang meningkat, ia mendorong agar kebijakan anggaran kebencanaan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan tidak mengabaikan keselamatan warga.

Penulis :
Aditya Yohan