
Pantau - Nilai tukar rupiah melemah pada pembukaan perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, seiring pelaku pasar bersikap hati-hati menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan Indonesia.
Rupiah tercatat melemah 9 poin atau 0,05 persen ke level Rp16.763 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya di Rp16.754 per dolar AS.
Pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen global, di mana investor bersiap menyambut serangkaian data ekonomi Amerika Serikat, termasuk indeks ISM Services PMI dan laporan Non-Farm Payrolls.
Rilis data tenaga kerja AS untuk Januari 2026 diketahui mengalami penundaan akibat penutupan sebagian pemerintahan Amerika Serikat.
Ketidakpastian global tersebut mendorong investor cenderung menahan posisi atau berada dalam sikap sideline.
Aksi jual saham sektor teknologi di Wall Street juga dinilai berpotensi menekan pergerakan pasar Asia, termasuk nilai tukar rupiah.
Dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu rilis data produk domestik bruto Indonesia kuartal IV-2025.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode tersebut diperkirakan mencapai 5 persen secara tahunan atau sekitar 1,43 persen secara kuartalan.
Kombinasi sentimen global dan domestik membuat pergerakan rupiah diperkirakan masih terbatas.
Rupiah diproyeksikan bergerak dalam kisaran Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS seiring pasar berada dalam fase konsolidasi.
- Penulis :
- Aditya Yohan







