
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Senin sore, 9 Februari 2026, seiring penguatan bursa saham regional Asia.
IHSG naik 96,61 poin atau 1,22 persen ke posisi 8.031,87, sementara indeks LQ45 turut menguat sebesar 5,36 poin atau 0,66 persen ke posisi 820,94.
IHSG Berbalik Menguat Setelah Dibuka Melemah
Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka melemah akibat sentimen negatif dari penurunan outlook atas peringkat sejumlah emiten.
Namun, penguatan bursa saham Asia menjadi katalis positif yang mendorong IHSG kembali ke zona hijau hingga akhir sesi perdagangan.
"Setelah sempat dibuka melemah, akibat sentimen negatif dari penurunan outlook atas peringkat beberapa emiten, IHSG berhasil berbalik menguat. Faktor positif antara lain berasal dari penguatan indeks bursa kawasan Asia," ungkap seorang analis pasar.
Penguatan harga komoditas global seperti emas, perak, dan tembaga juga turut menyumbang sentimen positif bagi pasar domestik.
Dari dalam negeri, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada Januari 2026 naik ke level 127,0 dari posisi 123,5 pada Desember 2025.
Peningkatan ini menjadikan level IKK tertinggi sejak Januari 2025, dipicu oleh kenaikan pada hampir semua sub-indeks utama.
Namun demikian, pelaku pasar tetap mencermati data penjualan ritel bulan Desember 2025 yang diperkirakan melambat menjadi 5,5 persen dari sebelumnya 6,3 persen pada November 2025.
Bursa dan Sektor Saham Ikut Terkerek Naik
IHSG tercatat berada di zona positif sejak awal perdagangan dan mampu bertahan hingga penutupan sesi.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor mencatatkan penguatan, antara lain:
- Sektor barang baku naik 4,36 persen
- Sektor energi naik 2,96 persen
- Sektor barang konsumen non-primer naik 2,00 persen
- Sebaliknya, dua sektor mengalami pelemahan, yakni:
- Sektor keuangan turun 0,73 persen
- Sektor kesehatan turun 0,13 persen
Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain: YELO, BUVA, CHEM, SOCI, dan EMAS.
Sementara itu, saham yang mengalami penurunan terbesar mencakup: REAL, KJEN, SOTS, KOCI, dan FITT.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.273.046 kali transaksi, dengan total volume saham yang diperdagangkan mencapai 40,69 miliar lembar dan nilai transaksi mencapai Rp17,86 triliun.
Secara keseluruhan, terdapat 433 saham yang menguat, 252 saham melemah, dan 136 saham stagnan.
Dari sisi regional, bursa Asia turut mencatat penguatan:
- Nikkei naik 2.110,20 poin (3,89%) ke posisi 56.363,90
- Shanghai naik 57,50 poin (1,41%)
- Hang Seng naik 467,21 poin (1,76%) ke posisi 27.027,16
- Straits Times naik 20,50 poin (0,42%) ke posisi 4.954,91
Agenda Pasar dan Reformasi Integritas
Bursa Efek Indonesia dijadwalkan akan mengadakan pertemuan teknis lanjutan dengan MSCI Inc pada Rabu, 11 Februari 2026.
Pertemuan ini merupakan kelanjutan dari diskusi sebelumnya yang telah digelar pada 2 dan 5 Februari 2025.
Dalam pertemuan tersebut, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) akan mengajukan sejumlah inisiatif strategis sebagai bagian dari delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia yang ditargetkan rampung pada April 2026.
- Penulis :
- Leon Weldrick







