Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Menguat Didukung Optimisme Konsumen dan Sentimen Global yang Mendingin

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Rupiah Menguat Didukung Optimisme Konsumen dan Sentimen Global yang Mendingin
Foto: Ilustrasi - Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar Amerika Serikat (AS) di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis 15/1/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat pada penutupan perdagangan di Jakarta, Senin (9/2), sebesar 71 poin atau 0,42 persen menjadi Rp16.805 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.876 per dolar AS.

Penguatan Didukung Indeks Keyakinan Konsumen

Penguatan rupiah didorong oleh meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi nasional.

Bank Indonesia mencatat bahwa Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) naik 3,5 poin dari 123,5 pada Desember 2025 menjadi 127 pada Januari 2026.

"IKK terbaru menunjukkan kenaikan 3,5 poin, dari 123,5 pada Desember 2025 menjadi 127 pada Januari 2026. Level IKK ini menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir atau sejak Januari 2025 (127,2)," ungkap Bank Indonesia.

Peningkatan keyakinan konsumen tersebut ditopang oleh kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

IKE tercatat sebesar 115,1 dan IEK sebesar 138,8, naik dari bulan sebelumnya yang masing-masing berada di angka 111,4 dan 135,6.

"IKK merupakan indikator yang dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan konsumsi dan tabungan rumah tangga. IKK menggunakan tahun acuan dengan nilai 100. Artinya indeks kepercayaan konsumen pada Januari 2026 berada di zona optimistis atau di atas nilai acuan," ia mengungkapkan.

Redanya Ketegangan Global Beri Dukungan Tambahan

Selain faktor domestik, rupiah juga terdorong oleh sentimen global yang membaik, terutama terkait perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.

Iran dan Amerika Serikat telah menggelar pembicaraan nuklir tidak langsung di Oman.

"Pesan tersebut membantu meredakan kekhawatiran bahwa konflik militer di Timur Tengah, terutama setelah Washington mengerahkan beberapa kapal perang ke wilayah tersebut awal tahun ini," ungkap seorang analis.

Penguatan rupiah juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang naik ke level Rp16.838 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.887 per dolar AS.

Penulis :
Arian Mesa