Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Panen Raya Lebih Cepat, Pemerintah Terapkan Kebijakan Any Quality untuk Lindungi Petani

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Panen Raya Lebih Cepat, Pemerintah Terapkan Kebijakan Any Quality untuk Lindungi Petani
Foto: (Sumber: Dua petani merontokkan gabah padi menggunakan mesin saat panen di area persawahan Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (3/2/2026). BPS menyebutkan potensi produksi beras nasional pada Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 10,16 juta ton atau meningkat 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring kenaikan luas panen padi menjadi 3,28 juta hektare. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/bar.)

Pantau - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan bahwa panen raya padi untuk musim tanam Oktober–Maret 2026 diperkirakan berlangsung lebih cepat dan mulai terjadi pada Februari 2026.

Percepatan ini disambut gembira oleh para petani yang telah bekerja selama kurang lebih 100 hari sejak masa tanam.

Panen raya dinilai bukan hanya sebagai agenda tahunan, tetapi juga sebagai momentum penting yang dapat mengubah nasib dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Panen menjadi momen balas jasa atas kerja keras petani dalam olah tanah, penanaman, dan perawatan tanaman yang telah dilakukan dengan tekun.

HPP dan Kebijakan Any Quality Beri Kepastian Harga

Pengalaman panen sebelumnya menunjukkan bahwa petani merasa puas karena harga gabah dinilai setimpal dengan jerih payah mereka.

Pemerintah menjamin Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram untuk memberikan kepastian harga dan melindungi petani dari permainan harga oleh tengkulak.

Perum Bulog mendapat penugasan untuk menyerap gabah petani dengan harga minimal sesuai HPP.

Tahun ini, pemerintah juga menerapkan kebijakan baru berupa penyerapan gabah secara any quality atau menyerap gabah semua kualitas.

Kebijakan ini memastikan bahwa gabah tetap dibeli tanpa syarat teknis yang ketat, seperti kadar air atau kadar kotoran.

Dengan begitu, petani tidak lagi terbebani isu kualitas teknis saat ingin menjual hasil panennya.

Tujuan utama dari kebijakan any quality adalah menjaga stabilitas harga di pasar serta menjamin pendapatan petani, terutama ketika produksi melimpah.

Produksi Beras Nasional Diprediksi Naik Tajam

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa potensi produksi beras nasional pada periode Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 10,16 juta ton.

Angka ini meningkat 15,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut didorong oleh bertambahnya luas panen padi menjadi 3,28 juta hektare.

Dengan kebijakan yang berpihak kepada petani, dukungan harga yang pasti, serta strategi pengelolaan yang tepat, pemerintah berharap panen raya tahun ini benar-benar menjadi momen yang membawa berkah bagi seluruh petani di Indonesia.

Penulis :
Aditya Yohan