
Pantau - Pemerintah menyiapkan ekspor perdana sebanyak 2.280 ton beras premium produksi dalam negeri ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lebih dari 200 ribu jemaah haji Indonesia pada musim haji 2026.
Kebijakan ekspor beras haji tersebut dibahas dalam rapat koordinasi terbatas lintas kementerian dan lembaga yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta pada Senin.
Zulkifli Hasan menyampaikan keputusan ekspor diambil karena stok beras nasional berada pada level aman dan bahkan diperkirakan surplus.
“Untuk tahun ini kita mulai (ekspor). Kita akan bekerja keras berusaha agar jemaah haji kita berasnya dari Indonesia. Kita semua mendukung penuh memutuskan agar beras itu dari kita, ekspor ke Arab Saudi,” ungkapnya.
Ia menegaskan pemenuhan kebutuhan beras jemaah haji tidak akan mengganggu stabilitas pasokan maupun harga beras di dalam negeri.
Zulkifli Hasan menilai ekspor beras haji mendukung pemenuhan logistik haji berbasis produk dalam negeri sekaligus menjaga kenyamanan konsumsi jemaah Indonesia selama berada di Arab Saudi.
Ia menjelaskan preferensi penggunaan beras produksi nasional karena perbedaan selera konsumsi.
“Banyak jemaah kita di Saudi tidak cocok dengan beras di sana karena rasanya berbeda, sementara beras Indonesia lebih pulen dan sudah sesuai selera,” ujarnya.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan Bulog menyiapkan beras premium sesuai permintaan pengelola dapur jemaah haji di Arab Saudi.
Beras premium tersebut dipastikan memenuhi standar mutu internasional.
“Kami rencanakan ekspor perdana pada minggu ketiga bulan Februari ini sekitar 2.280 ton, namun kami juga siapkan 3.000 ton supaya antisipasi kalau ada keperluan tambahan,” katanya.
Bulog juga menyiapkan cadangan tambahan untuk mengantisipasi kebutuhan di luar rencana awal.
Program ekspor beras haji ini menjadi langkah awal Indonesia dalam menembus pasar ekspor beras berbasis kebutuhan khusus.
- Penulis :
- Aditya Yohan







