Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Ekonomi

Apindo Nilai IEU-CEPA Perkuat Posisi Indonesia dalam Rantai Nilai Global dan Dorong Daya Saing Industri

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Apindo Nilai IEU-CEPA Perkuat Posisi Indonesia dalam Rantai Nilai Global dan Dorong Daya Saing Industri
Foto: (Sumber: Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dengan perwakilan Apindo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (9/2/2026). ANTARA/HO-Apindo..)

Pantau -  Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menyatakan kerja sama perdagangan internasional seperti Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Pernyataan tersebut disampaikan Shinta dalam keterangan resmi yang diterima di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu, 11 Februari 2026.

Shinta menilai peningkatan daya saing nasional tidak hanya bergantung pada perjanjian perdagangan, tetapi juga harus dibarengi pembenahan struktural di dalam negeri.

Perjanjian dagang internasional dinilai membuka peluang penting bagi Indonesia untuk memperluas akses pasar ekspor ke berbagai negara.

Ia menekankan perluasan kerja sama perdagangan harus disertai kebijakan yang tepat agar memberikan dampak berkelanjutan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Shinta menegaskan bahwa "Debottlenecking regulasi, perizinan, logistik, dan biaya produksi menjadi kunci agar industri Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara kawasan seperti Vietnam yang pertumbuhan ekonominya sangat agresif".

Apindo berharap pemerintah memberi perhatian khusus terhadap isu dan regulasi ketenagakerjaan guna menciptakan kepastian hukum dan iklim investasi yang lebih kondusif.

Dunia usaha menekankan pentingnya peningkatan produktivitas tenaga kerja dan tidak hanya berfokus pada aspek pengupahan.

Kebijakan ketenagakerjaan yang produktif diyakini mampu menciptakan iklim investasi sehat, meningkatkan daya saing industri, dan membuka lapangan kerja berkelanjutan.

Apindo menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat industrialisasi nasional.

Shinta menyampaikan bahwa "Penguatan industrialisasi nasional merupakan langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia".

Dunia usaha menyatakan kesiapan bersinergi dengan pemerintah melalui dorongan investasi, peningkatan kapasitas produksi industri, serta pembukaan lapangan pekerjaan di seluruh Indonesia.

Langkah tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis :
Ahmad Yusuf