
Pantau - Manajemen Bandara I Gusti Ngurah Rai memproyeksikan melayani 438 ribu penumpang selama periode libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 pada 13–19 Februari 2026, Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 14.44 WIB.
“Sebanyak 438 ribu penumpang diproyeksikan dilayani Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada periode libur panjang,” ujar Pelaksana Harian General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Purna Irawan.
Dari total tersebut, sebanyak 268 ribu penumpang merupakan rute internasional dan 170 ribu penumpang rute domestik.
Bandara juga memproyeksikan 2.804 pergerakan pesawat yang terdiri dari 1.521 pergerakan pesawat internasional dan 1.283 pergerakan pesawat domestik.
Pengelola memperkirakan terjadi peningkatan trafik penumpang sekitar 1,5 persen dibandingkan hari biasa.
Puncak pergerakan penumpang diprediksi terjadi pada Minggu, 15 Februari 2026 dengan total 76 ribu penumpang dalam sehari.
Rinciannya sebanyak 37 ribu penumpang kedatangan dan 39 ribu penumpang keberangkatan.
Puncak arus balik diperkirakan terjadi Kamis, 19 Februari 2026 dengan proyeksi 64 ribu penumpang dalam sehari.
Momentum Imlek tahun ini dinilai unik karena berdekatan dengan awal Bulan Ramadhan sehingga diperkirakan wisatawan domestik memanfaatkan waktu sebelum puasa untuk berlibur.
“Kami memprediksi sebagian besar penumpang domestik menghabiskan waktu liburan di Bali sebelum memasuki Ramadhan,” kata Purna Irawan.
Pihak bandara menyiapkan langkah antisipasi untuk menghindari kepadatan, terutama di area terminal kedatangan serta menjaga kenyamanan akses jalan dan lalu lintas keluar masuk kendaraan.
Pada Selasa, 17 Februari 2026 saat puncak peringatan Imlek, bandara menghadirkan parade barongsai di terminal domestik dan internasional.
“Tentunya kami berharap parade barongsai ini dapat memberikan pengalaman tak terlupakan bagi para pengguna jasa,” ujarnya.
Pengelola bandara mengimbau calon penumpang datang lebih awal untuk menghindari antrean dan memastikan kelancaran proses penerbangan.
“Dapat mempersiapkan diri dengan tiba di bandara lebih awal untuk menghindari antrean kepadatan penumpang, serta untuk kelancaran proses penerbangan,” katanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan







