
Pantau - Seorang pedagang ikan bandeng, Mang Japri, meraup omzet hingga Rp15 juta selama sepekan berjualan menjelang perayaan Tahun Baru Imlek di Festival Bandeng Rawa Belong, Jakarta Barat, Sabtu, 14 Februari 2026 pukul 14.00 WIB.
"Omzet Rp15 juta bersih, perkiraan gitu," ujar Mang Japri saat ditemui di Festival Bandeng Rawa Belong, Jakarta, Sabtu.
Ia mulai berjualan sejak tanggal enam dan rutin membuka lapak setiap momentum Imlek setiap tahunnya.
"Saya bandar di Muara Angke. Tapi tiap Imlek di sini. Setiap Imlek, setiap tahun," katanya menegaskan.
Dalam kesehariannya, Mang Japri beraktivitas sebagai bandar ikan di kawasan Muara Angke, namun memilih membuka lapak khusus di Festival Bandeng Rawa Belong saat Imlek karena tingginya minat pembeli.
Setiap hari ia membawa sekitar lima ton ikan bandeng untuk dijual dengan ukuran rata-rata 1,2 hingga 1,3 kilogram per ekor.
Untuk bandeng ukuran jumbo, harga yang ditawarkan mencapai Rp75 ribu per kilogram.
Proses tawar-menawar masih menjadi bagian penting dalam transaksi di pasar tradisional tersebut.
"Masih bolehlah, namanya juga pasar," ujarnya terkait praktik tawar-menawar antara pedagang dan pembeli.
Hingga saat ini, ia memperkirakan sekitar tiga ton bandeng telah laku terjual sejak mulai berjualan.
Ikan bandeng yang dijual berasal dari hasil tangkapan laut serta budidaya tambak untuk menjaga ketersediaan stok dan keuntungan pedagang.
Permintaan ikan bandeng biasanya meningkat signifikan saat perayaan Imlek karena dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran oleh sebagian masyarakat.
Dengan tradisi yang terus berlangsung setiap tahun, para pedagang berharap momentum Imlek dapat terus mendongkrak penjualan dan menjaga keberlangsungan usaha di tengah persaingan pasar yang semakin beragam.
- Penulis :
- Aditya Yohan








